Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kasus Perdagangan Manusia di Sumatera Selatan Naik 500 Persen
Kamis, 27 Desember 2007 | 12:31 WIB

TEMPO Interaktif, Palembang:Kasus perdagangan manusia (trafficking) di Sumatera Selatan naik tajam dari 16 kasus di tahun 2006 menjadi 89 kasus di tahun 2007 atau naik sekitar 500 persen.

Direktur Women Crisis Center (WCC), Yenni Izi, dalam catatan akhir tahun mengatakan perdagangan perempuan tidak hanya dilakukan antarnegara, tetapi juga antarpulau, malah antarwilayah di provinsi ini, dari desa dan kota.

“Angka ini yang melapor dan kami dampingi, tidak termasuk laporan yang ditulis di media massa atau ke pihak lain. Kalau itu dipakai seperti fenomena gunung es,” kata Yenni Izi kepada Tempo, Kamis (28/12).

Besarnya angka ini bisa jadi karena orang mulai sadar dan melaporkan soal ini ke lembaga pendampingan atau yang berkompoten. Selain itu, karena kasus ini mulai menjadi perhatian masyarakat yang menganggap persoalan ini bukan lagi persoalan intern keluarga, tetapi pesoalan sosial. Sebab masih ada anggapan di masyarakat hal ini masih ranah keluarga dan tergolong aib.

Yenni mengatakan motif yang paling banyak soal women trafficking ini adalah ekonomi. Selain itu, ada juga kasus tidak besar yang bermotif gaya hidup, seperti ingin jalan-jalan keluar negeri atau pulau lain sehingga mau diajak ke kota atau negara lain dengan iming-iming gaji yang besarnya antara Rp 700 ribu-Rp 1 juta per bulan.

“Itu kami ditemukan saat mengantar pulang ke rumah di desa. Rumahnya besar dan cukup, jadi hanya motifnya ingin jalan-jalan, pengaruh tayangan, dan gaya hidup. Akan tetapi jumlah seperti itu tidak besar, namun ada,” kata Yenni.

Pola women trafficking yang dipakai semuanya sama, ditawari kerja, diibujuk rayu, diiming-imingi gaji besar, bekerja di restoran atau toko. Sesampai di kota mereka dikirim ke lokalisasi, café-café dan hotel-hotel melati untuk menjadi pekerja seks.

Yenni pun meminta orang tua di daerah dan desa mewaspadai ajakan orang kepada anak gadisnya untuk bekerja di kota. Dia juga meminta agar aparat desa tanggap dan jeli dalam membuat surat keterangan seperti KTP, karena rata-rata usia mereka dimanipulasi dari yang umur 13-16 tahun menjadi 20 sampai 24 tahun.

ARIF ARDIANSYAH

Dari Arsip Majalah TEMPO
Kalau Banjir Sampai ke Hidung  | 08 Desember 1998
Berlimpah Riyal di Jalur Halal | 22 November 2004
Di Balik Abaya yang Tersingkap | 22 November 2004
Tersandera Rumah Impian | 11 Oktober 2004
Tergiur Segepok Imbalan | 11 Oktober 2004
Anak-Anak Kita yang Tak Dilindungi  | 07 Juni 2004
Nestapa dari Menteng Atas  | 07 Juni 2004
Emas di Kubangan Kerbau | 17 November 2003
Ketika Faridah Mampir di New York | 04 Oktober 2004
Nestapa di Negeri Sakura | 11 Agustus 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Perdagangan Manusia Marak di Sumatera Selatan
1.300 Pekerja Asal Indramayu Korban Trafficking
Polisi Tangkap 15 Tersangka Perdagangan Wanita dan Anak
Polisi Tangkap Tiga Tersangka Penyelundupan Manusia
Kasus Perdagangan Manusia Ibarat Gunung Es
Meutia Hatta: Jugun Ianfu Kejahatan Perang
Polisi Mejene Gagalkan Penyelundupan Tujuh Pelacur
Menteri Perempuan Bantah UU PTPPO Abaikan Hak Anak
Undang-undang Perdagangan Orang Abaikan Hak Anak
Penjualan Perempuan Lewat Pelabuhan Jayapura Menurun
> selengkapnya...

Website

Kementerian Pemberdayaan Perempuan
Kepolisian Negara Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk114200 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data