|
Kekerasan Rumah Tangga Didominasi Pegawai Negeri
Sabtu, 29 Desember 2007 | 15:17 WIB
TEMPO Interaktif, Palembang:Catatan Women Crisis Center (WCC) Sumatera Selatan mengungkapkan bahwa rekor tertinggi pelaku tindak kekerasan dalam rumah tangga dilakukan pegawai negeri sipil (PNS). Selain itu, pelaku kekerasan banyak berpendidikan SLTA dan perguruan tinggi.
Direktur WCC Yenni Izi mengatakan pelaku tindak kekerasan dari PNS sebanyak 83 kasus, disusul pegawai swasta 74 kasus, guru/dosen 39 kasus, sementara kernet atau sopir hanya 21 kasus saja.
Korban kekerasan paling banyak adalah ibu rumah tangga sebanyak 112 kasus, disusul pembantu rumah tangga dan PNS, 39 kasus. Selain itu, dari sisi pendidikan pelaku, SLTA berjumlah 167 kasus, perguruan tinggi 99 kasus dan SLTP 41 kasus.
Temuan ini membantah anggapan bahwa mereka yang tidak berpendidikan dan berprofesi kasar banyak melakukan tidak kekerasan. “Ternyata tidak terbukti, malah temuan kami pendidikannya tinggi dan bekerja yang banyak melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Mereka yang tidak sekolah kecil, sekitar 8 kasus, tamat SD 24 kasus dan SLTP 41 kasus,” katanya dalam acara Catatan Tindakan Kekerasan Perempuan dan Anak di Hotel Duta, Sabtu (29/12).
WCC Sumatera Selatan sepanjang 2007 telah mendampingi 396 kasus, yang meliputi kekerasan dalam rumah tangga 201 kasus, perdagangan perempuan dan anak 89 kasus, perkosaan 61 kasus, pelecehan seksual 24 kasus, dan kekerasan lainnya 21 kasus.
ARIF ARDIANSYAH
INDEKS BERITA LAINNYA :
|