|
Guru di Merangin Akhiri Mogok Mengajar Besok
Jum'at, 25 Januari 2008 | 16:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jambi:Aksi mogok ribuan guru TK hingga SLTA di Kabupaten Merangin, Jambi, sejak empat hari lalu akan diakhiri Sabtu besok, setelah pemerintah daerah setempat menyatakan siap menaikkan anggaran pendidikan di daerah itu.
"Kami seluruh guru di Merangin mulai Sabtu besok siap mengakhiri aksi mogok mengajar, karena tuntutan kami agar pemerintah daerah menaikan anggaran pendidikan sudah disetujui," kata Efriyanto, Ketua Forum Bersama Pendidikan Rakyat Merangin, Jumat (25/1).
Kesanggupan Pemerintah Kabupaten Merangin menaikkan anggaran pendidikan 4,5 persen dari anggaran belanja pemda setempat 2008, setelah dilakukan pertemuan tertutup antara Bupati Merangin Rotani Yotaka, Ketua DPRD Merangin Karim Hasan dan Ketua Forum Guru Efriyanto, difasilitasi Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin, hari ini.
Para guru menuntut anggaran pendidikan di daerah ini sebesar Rp 28 miliar lebih, sama dengan anggaran pendidikan 2007 lalu. "Walau belum diketahui berapa besar kenaikannya, namun kami bersyukur tuntutan kami dituruti pemerintah daerah," kata Efriyanto.
"Tim evaulasi pemeritah provinsi baru akan mengevaulasi RAPBD Merangin. Dari sinilah akan dilakukan revisi dana anggaran dari sektor mana saja yang dianggap kurang prioritas dan dialihkan ke anggaran pendidikan. Kita harapkan secepatnya bisa rampung dan kemelut ini bisa segera terselesaikan, karena kasihan para murid-murid jika lama libur sekolah," kata Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin.
Antara eksekutif dan legislatif Merangin saling tuding penyebab kecilnya angka anggaran pendidikan setempat. Bupati Merangin Rotani Yotaka menuding hal itu ulah anggota DPRD setempat yang mencoret usulan pihaknya, yakni Rp 28 miliar sama dengan anggaran tahun lalu.
"Kami mengajukan anggaran pendidikan Rp 28 miliar, tapi pihak panitia anggaran DPRD menginginkan supaya diusulkan Rp 23 miliar," kata Bupati.
Sementara Ketua DPRD Merangin Karim Hasan menyatakan pihaknya tidak pernah menyoret itu, karena memang pihak eksekutif mengajukan anggaran pendidikan sebenarnya hanya Rp 22 miliar. Kenaikan Rp 23 miliar atas inisiatif DPRD.
SYAIPUL BAKHORI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|