|
Ruas Jalan Jambi-Padang Rusak Parah
Jum'at, 29 Pebruari 2008 | 17:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jambi:Ruas jalan yang menghubungkan Jambi-Padang, Sumatera Barat, khususnya di kawasan Provinsi Jambi, saat ini kondisinya rusak parah. Padahal, ruas jalan itu baru saja diperbaiki tahun 2007.
Kondisi ruas jalan Kabupaten Batanghari-Kabupaten Bungo (batas Sumatera Barat), memiliki jarak 300 kilometer lebih, banyak sekali ditemui gelombang dan lobang dengan diameter mencapai 1-2 meter serta kedalaman mencapai 30-50 sentimeter.
Ironisnya, kerusakan itu terletak pada titik-titik yang baru dilakukan perbaikan dengan sistem tambal sulam dan menelan dana APBN miliran rupiah.
Salah satu contoh, ruas jalan yang menghubungkan Kota Muarotebo-Muarobungo hingga batas Sumatera Barat sepanjang 93 kilometer, pekerjaan efektif hanya 1,7 kilometer menelan dana APBN tahun anggaran 2007 sebesar Rp 2,3 miliar lebih.
Selesai direhab sekitar dua bulan lalu, tapi kondisi ruas jalan itu kini tidak ubahnya seperti sebelum dilakukan perbaikan, bahkan bertambah parah.
"Saya heran jalan ini baru saja dilakukan rehab, tapi kini kondisinya sudah rusak kembali. Akibatnya, tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, namun juga telah banyak menyebabkan kecelakaan bagi para pengguna jalan," kata M. Ali, salah seorang tokoh masyarakat di Kabupaten Bungo.
Cepatnya kerusakan itu diduga antara lain karena kurangnya pemadatan dan dikerjakan asal jadi. Shubaiki, Pimpinan Pelksana Kegiatan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Muarotebo-Muarobungo-Perbatasan Sumatera Barat, Subdinas Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi, ketika dikonfirmasi, membantah pengerjaan rehab itu dilakukan asal jadi.
Menurut dia, kerusakan akibat banyaknya kendaraan yang melintasi jalur tersebut melebihi tonase kapasitas jalan. "Jalan yang ada berkapasitas hanya 8 ton, sementara truk yang melintas mengangkut berbagai bentuk barang, terutama batu bara mencapai berat lebih dari 45 ton," ujarnya.
Bahkan, Shubaiki mengatakan jalan yang dikerjakannya itu cukup baik dibandingkan ruas jalan lain yang dikerjakan pada waktu bersamaan. "Pekerjaan saya ini cukup lumayan, karena dari total keseluruhan pekerjaan yang sudah mengalami kerusakan lagi masih di bawah 20 persen. Coba Bapak lihat sendiri ras jalan Muarotembesi-Sungaibengkal, rusaknya hampir di semua titik," katanya.
SYAIPUL BAKHORI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|