Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Batam Bentuk Tim Tagih Dana Bergulir
Senin, 03 Maret 2008 | 13:38 WIB

TEMPO Interaktif, Batam: Pemerintah Kota Batam membentuk tim khusus untuk menagih dan melacak keberadaan peminjam dana bergulir yang dikucurkan selama enam tahun ini. Sebab hingga masa jatuh tempo, dana senilai Rp. 4,8 miliar tidak dikembalikan oleh pengelola koperasi dan usaha kecil dan menengah ( UKM ) ) sebagai kreditur.

Kepala Dinas Pemberdayaan Pasar, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah ( UKM ) Kota Batam, Febrialin mengatakan, kesulitan untuk menagih dana pinjaman itu karena alamat kreditur banyak yang tak jelas. Apalagi tim yang dibentuk beberapa tahun silam belum memperlihatkan hasil kerjanya. Padahal pemerintah Batam telah mengeluarkan anggaran Rp. 400 juta untuk proses penagihan.” Tapi hasilnya belum ada,” katanya.

Bantuan pinjaman ini mulai bergulir tahun 2001 hingga tahun 2004. Pada 2001 dana dikucurkan senilai Rp. 1,1 miliar dan kembali hanya Rp 451 juta. Tahun berikutnya pemerintah Batam menggulirkan lagi dana Rp 4,6 miliar untuk 122 UKM, 31 Koperasi dan 10 pemohon bantuan tambahan modal. Dari jumlah itu yang kembali hanya Rp 2,7 miliar. Tahun 2003 digulirkan lagi senilai Rp. 2,4 miliar. Kali ini pun pengembalian hanya Rp 2 miliar. Jadi akumulasi dana bergulir yang tidak kembali mencapai Rp.4,8 miliar.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Rudi Sembiring, mendesak pemerintah Kota Batam mengusut tuntas masalah macetnya dana bergulir ini. “Dana ini bisa diberikan kepada peminjam lain, atau digunakan untuk keperluan lain.” Penjarakan bila perlu,” tegas Rudi. (Rumbadi Dalle).

Dari Arsip Majalah TEMPO
Dibidik dari Segala Penjuru | 11 April 2005
Menunggu Opini Sebelum Sanksi | 11 April 2005
Terseret Pusaran Utang  | 29 Desember 1998
Menuntut si Kebal Hukum  | 22 Desember 1998
Bisnis Sepekan | 10 Januari 2005
Mahalnya Sebuah Pilihan  | 07 Juni 1999
Setelah Pengutang Kakap Dipajang  | 07 Juni 1999
Urus Diri Dululah  | 31 Mei 1999
'Four in One' yang Tak Mudah  | 17 Mei 1999
Agar Layar BNI Tak Terjungkal  | 11 Mei 1999
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kejaksaan Usut Kredit Macet Rp 96 Miliar
Rasio Kredit Seret 2008 Diprediksi Turun
BI Optimistis Penyaluran Kredit Mencapai 22 persen
BPK: Krisis Keuangan Global Harus Jadi Pelajaran
Kredit Belum Dicairkan Naik
BI: Belanja Modal Daerah Tak Seragam
Kredit Macet Bank Perkreditan Rakyat di Solo Tinggi
Neloe Tersangka Kasus Kredit Macet Lagi
Bank Indonesia Diminta Tak Pilih Kasih
BI Akan Longgarkan Aturan Pembiayaan Bank Syariah
> selengkapnya...

Referensi

Kasus Dipasena
Kasus-kasus Korupsi di Indonesia
Program-program Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh Memberantas KKN
ICW : Buka Kembali Kasus Korupsi yang Di SP3
Pemberantasan Korupsi dari Masa ke Masa
Profil Iwan Prawiranata

Website

Departemen Keuangan
Bank Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk118454 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Banyuwangi Dapat Rp 7 Miliar
Purwakarta Tunda Proyek Rp 26 Miliar
Kabupaten Kediri Dirikan Posko Tanggap Flu Burung
Jawa Barat Butuh Badan Pemberdayaan Perempuan
Dradjad : Awasi Tim Pansus Angket BBM DPR

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data