Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jatah Subsidi Minyak Goreng Sumatera Selatan Naik 100 Persen
Kamis, 06 Maret 2008 | 10:54 WIB

TEMPO Interaktif, Palembang:Tahun ini Provinsi Sumatera Selatan mendapatkan tambahan minyak goreng bersubsidi dari pemerintah pusat sebanyak dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Tahun 2007 Sumsel mendapatkan subsidi Rp 862,5 juta menjadi Rp 1,5 miliar untuk tahun ini.

“Rencananya ada staf saya hari ini (6/3) yang berangkat ke Jakarta untuk membicarakan subsidi ini. Ada peningkatan alokasi dan dana untuk Sumsel,” kata Abdul Shobur, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Selatan kepada Tempo, Kamis (6/3).

Menurut Shobur, peningkatan itu karena ada kota dan kabupaten mengajukan alokasi tambahan dua kali lipat serta ada beberapa kabupaten yang tahun lalu tidak mengajukan alokasi sekarang meminta subsidi minyak goreng. Yang terang, kata Shobur, pihaknya tetap mengantisipasi harga minyak goreng yang cenderung naik terus dengan memberikan subsidi.

Shobur mengakui mekanisme penyaluran minyak goreng bersubsidi masih bermasalah sebab dana yang disiapkan sangat terbatas. Mereka yang termasuk rumah tangga miskin (RTM) saja yang berhak mendapatkan subsidi ini.

Shobur belum memastikan nilai subsidi yang akan diberikan. Pada tahun 2007 subsidi sebesar Rp 2.500 dengan harga minyak goreng saat itu Rp 7.500 per kilogram. Saat ini, minyak goreng curah di pasar tradisional sudah menyentuh level Rp 13.500 sampai Rp 14.000 per kilogram.

Pengamat ekonomi dari Universitas Sriwijaya, Markoni Badri, mengatakan pemberian subsidi ini belum maksimal, sebab kriteria warga yang mendapatkan subsidi masih belum jelas. “Selain itu saya meragukan data yang tergolong miskin, sangat miskin dan hampir miskin, itu kriterianya apa,” tanyannya. Dia mengingatkan agar jatah minyak goreng bersubsidi itu jatuh kepada mereka yang memang berhak, bukan pedagang atau warga yang mampu.

Dengan penambahan alokasi minyak goreng itu, jumlah rumah tangga miskin (RTM) yang menikmati subsidi juga meningkat. Jika sebelumnya alokasi dana 2007 sebesar Rp 862,5 juta setara dengan subsidi sebanyak 345 ribu liter bisa didistribusikan kepada sebanyak 196.801 RTM yang terdiri dari 148.199 rumah tangga sangat miskin dan sedikit untuk 48.602 masyarakat miskin.

ARIF ARDIANSYAH


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Ungkap Ulah Pengusaha Penyebab Minyak Goreng Mahal
Minyak Goreng di Yogyakarta Meroket
Minyak Goreng Curah Nyaris Sentuh Rp 14 Ribu di Palembang
Kebijakan Fiskal Minyak Goreng Dinilai Gagal
Harga Minyak Goreng Tak Terkendali
DKI Jakarta Gelontorkan 3,6 Juta Liter Minyak Goreng Bersubsidi
Pemerintah Klaim Berhasil Tahan Harga Minyak Goreng
Penanggungan PPN Minyak Goreng Belum Berlaku
Pengusaha Ingkar Janji Tidak Menurunkan Harga Minyak Goreng
Produsen Didesak Gelar Pasar Murah Minyak Goreng
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk118710 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Sophan Meninggal Dalam Perjalanan Ke Rumah Sakit
Sophan Sophian Ingin Jadi Duta Besar
Keluarga Sudah Menerima Kabar Sophan Sophian Meninggal
Soetrisno Bachir Keliling Jawa Tengah
Keluarga Masih Menunggu Kabar Meninggalnya Sophan Sophian

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data