|
Banjir Besar Landa Riau
Senin, 17 Maret 2008 | 16:43 WIB
TEMPO Interaktif, Pekanbaru:Banjir yang meladan Riau dalam empat hari terakhir terus meluas akibat meluapnya sungai besar Riau. Hari ini Senin (17/3) dilaporkan, 12.614 kepala keluarga terancam dievakuasi, menyusul 1.012 kepala keluarga yang sudah mengungsi.
Kepala Sub Dinas Penangulangan Bencana Badan Kesejahteraan Sosial (Bansos - BKS) Riau, Alius, mengatakan para pengungsi itu kini berada di Posko Bencana banjir Riau di Pekanbaru. BKS sudah membentuk 20 posko banjir, ini belum termasuk posko bentukan Pemerintah Kabupaten.
Data Bansos - BKS Riau menyebutkan meluasnya banjir hampir merata di Riau. Dari 11 Kabupaten Kota di Riau, yang paling parah di Indragiri Hulu, Kampar, Rokan Hulu, Kwantan Singingi dan Pelalawan. “Ketinggian air rata-rata sudah mencapai setengah meter dengan arus yang relatif deras,“ kata Alius.
Kepada Tempo, Alius mengatakan berdasarkan laporan dari daerah yang masuk ke Posko hingga Senin (17/3) pukul 13.00 WIB, banjir masih terus naik. “Curah hujan yang tinggi dalam sepekan terakhir, termasuk di kawasan hulu sungai sungai besar menjadi penyebab utama ancaman banjir ini,” katanya.
Banjir kali ini juga telah merendam 315 ribu hektar kebun penduduk Riau. Belum lagi ribuan kolam perikanan penduduk, ratusan ruas jalan yang putus. “Sejak hari ini sejumlah sekolah sudah diliburkan,” kata Surya Maulana, Kepala Humas Pemerintah Provinsi Riau.
Menurut Direktur Wahana Lingkungan Indonesia (Walhi) Riau, Jhoni S Mundung, banjir bandang ini terjadi akibat hutan Riau yang telah dibabat. “Khususnya sejak otonomi di mana Bupati dan Gubernur di Riau rajin mengeluarkan perizinan kehutanan dan lahan,“ kata Jhoni Mundung. Ini adalah banjir terbesar selama 15 tahun terakhir.
Mundung mengatakan, pemerintah tidak cukup hanya menyalurkan bantuan saja. “Mereka harus minta maaf atas keserakahan mengeluarkan izin pembabatan dan peralihan fungsi hutan,” katanya. “Hujan yang tadinya anugerah, kini malah jadi bencana.” JUPERNALIS SAMOSIR
INDEKS BERITA LAINNYA :
|