Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Banjir Masih Rendam Riau
Jum'at, 21 Maret 2008 | 13:28 WIB

TEMPO Interaktif, Pekanbaru:Hingga tadi siang, sekitar 600 kepala keluarga di Kampar, Riau, masih mengungsi. Pemukiman mereka masih terendam banjir yang tingginya hampir semester. “Sudah lima hari kami tidak bisa apa-apa,“ kata Mariyuddin, Kepala Dusun Baru Simalinyang, Kampar Kiri, Kampar, Jumat (21/3) di Tenda Sosial Posko Banjir Kampar Kiri.

Mariyuddin menyebut 378 kepala keluarga warga Dusun Baru dan Dusun Paku, meninggalkan pemukimannya sejak tiga hari lalu. Mereka pindah ke rumah sanak keluarganya di sekitar desa. “Ada yang mengungsi ke Dusun Durian dan Sungai pagar,” kata Mariyudin. “Sisanya bertahan di rumah-rumah panggung.”

Sebagian lainnya ditampung di pos korban banjir. “Sudah sepuluh hari, kami mendirikan pos untuk menanmpung anak-anak dan wanita. Ini adalah pos utama korban banjir di Kampar Kiri,” kata Syarif, Petugas Dinas Sosial Penanggungjawab Penanganan Banjir Kecmatan Kampar Kiri,

Karena banjir pula, dua sekolah dasar dan madrasah diliburkan hingga waktu yang belum ditentukan. “Kami liburkan sampai air surut, entah sampai kapan,” kata Syamsiah, seorang guru SD Negeri Desa Simaliyang. “Air setinggi satu meter merendam sekolah sejak sepekan terakhir.”

Banjir di Riau ini terjadi akibat empat sungai besar di Riau, yaitu Sungai Indragiri, Sungai Kampar, Sungai Rokan dan Sungai Siak, tidak mampu menahan debit air. Badan Kesejahteraan Sosial Riau, hingga Jumat (21/3) siang ini, mendata banjir masih merendan 125 Desa pada 28 Kecamatan di lima Kampar, Indragiri Hulu, Kwantan Singingi, Rokan Hulu dan Pelalawan.

Menurut data Pos Penangulangan Bencana Banjir BKS Riau sedikitnya 20 ribu kepala keluarga kini terancam banjir. “Yang paling parah di Kampar, Pelalawan dan Kwantan Singingi,“ kata Alius, Kepala Seksi Penanggulangan Bantuan Sosial Badan Kesejahteraan Riau. BKS Riau sudah menyalurkan 30 ton beras, empat ribu kardus mie instant. “Dalam waktu dekat bantuan juga akan datang dari Bakornas,” katanya.

Dihubungi terpisah, Koordinator jaringan kerja Penyelamatan Hutan Riau Susanto Kurniawan, mengatakan banjir ini terjadi karena hilangnya resapan air di sekitar empat sungai besar di Riau. “Ini bukti nyata hutan Riau sudah ludes. Banjir akan menjadi bencana rutin,“ katanya. JUPERNALIS SAMOSIR


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Banjir Besar Landa Riau
Danau Limboto Meluap
Puncak Musim Hujan Sudah Lewat
Banjir di Belu, Ratusan Warga Mengungsi
Banjir Tak Pengaruhi Stok Pangan di Jawa Timur
Pelayanan Masyarakat di Pasuruan Belum Berjalan
Tiga Tewas dalam Banjir di Pasuruan
Ratusan Rumah Terendam Banjir di Gorontalo
Banjir Rusakkan Jalan Kereta di Pasuruan
Hegarmanah, Bandung Diterjang Banjir
> selengkapnya...

Referensi

Banjir Tak Pernah Ingkar Janji
Banjir Ancam Pantai Utara Jawa

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119584 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data