Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sedikitnya 10.000 Warga Pekanbaru Mengungsi Akibat Banjir
Rabu, 26 Maret 2008 | 12:33 WIB

TEMPO Interaktif, Pekanbaru:Sedikitnya 10.000 jiwa warga dua kecamatan di Kota Pekanbaru mengungsi akibat banjir luapan Sungai Siak, yang membelah kota, semakin meluas. Ratusan rumah di beberapa kawasan nyaris tenggelam.

Di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Rumbai dan Rumbai Pesisir, ketinggian air lebih dari 2 meter. “Hingga pagi ini tercatat 2.414 keluarga mengungsi. Air terus meninggi dan sudah lebih 2 meter,“ ujar Camat Rumbai Pesisir Pekanbaru, Busro Harnyono, di Posko Banjir Rumbai Pesisir, Pekanbaru, hari ini.

Busro mengatakan tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Palas, Umban Sari dan Kelurahan Sri Meranti total terendam banjir. Hingga pagi ini, lebih 6.000 jiwa warga tiga kelurahan itu mengungsi.

“Kita hanya dapat berupaya agar warga tidak terseret arus. Ketinggian air terus bertambah. Untuk kawasan tertentu, seperti kawasan Witayu, ketinggian air sudah menenggelamkan rumah. Situasinya sudah mencemaskan,“ ujar Busro.

Rumah penduduk di kawasan pemukiman padat di pinggiran Sungai Siak seluruhnya sudah ditinggalkan. Warga mengungsi ke ruas ruas jalan dan mendirikan tenda-tenda darurat.

“Di samping bahan makanan, warga sangat membutuhkan air bersih. Dua desa, Sri Meranti dan Meranti Pandak, seluruhnya terendam,“ kata Busro. “Jika air terus bertambah begini, kita akan mengevakuasi seluruh warga di dua kelurahan ini,“ kata Busro.

Sama dengan Rumbai Pesisir, banjir juga menenggelamkan 1.200 rumah di empat kelurahan di Kecamatan Rumbai. Sedikitnya 3.820 jiwa warga tiga kelurahan di Kecamatan Rumbai Pesisir juga mengungsi ke tenda-tenda darurat yang berjajar di ruas jalan.

Menurut Camat Rumbai, H Jaminur, hampir seluruh warganya pada tiga kelurahan, masing masing Kelurahan Palas, Sri Meranti dan Kelurahan Umban Sari, terpaksa tinggal di tenda-tenda darurat yang didirikan warga sendiri dan tenda-tenda Posko Banjir Kecamatan serta sejumlah tenda yang didirikan TNI, Polri dan PMI.

“Air menenggelamkan sebagain besar rumah warga. Yang terparah di Kelurahan Sri Meranti ini, air sudah lebih dari 2 meter,“ ujar Jaminur. “Ini banjir paling besar yang pernah terjadi. Banjir dari luapan air Sungai Siak.“

Dari pantauan Tempo, sejumlah warga mengaku belum menerima bantuan apa pun. “Kami hanya dapat air. Itu pun dijatah hanya 3 jeriken saja. Padahal sebagian tetangga, katanya, sudah mendapat beras, mie, ikan, vitamin dan bantuan lain. Kami belum dapat apa apa,“ ujar Sohirin Mardian, warga Kelurahan Meranti Pandak.

“Yang dapat, katanya, hanya yang ikut acara pejabat saja. Bagaimana kami mau ikut acara itu, sampan dan rakit terbatas,“ timpal Khairul, warga RW 15, Sri Meranti keapda Tempo.

Menyangkut bantuan yang tidak merata di dua kecamatan di Pekanbaru itu, Kepala Badan Kesejahteraan Sosial (BKS) Riau, H Humizry, mengatakan dalam dua hari ini BKS Riau sudah mengirim bantuan berupa 40 ton beras, 40 ribu kardus mie instan dan sejumlah bantuan lain.

“Mungkin distribusi hingga tingkat RT masih belum beres. Kita sudah ingatkan kepada aparat setempat untuk mendistribusikan bantuan ini secara adil,“ kata Humizry. “Hari ini kita akan kirimkan bantuan lagi, termasuk sejumlah perahu karet transportasi warga di sekitar banjir.“

Jupernalis Samosir

Dari Arsip Majalah TEMPO
Menyerap Banjir Bantuan Dunia | 10 Januari 2005
Malaikat Pagi di Tanah Jeumpa | 03 Januari 2005
Dari Kekeringan ke Banjir Bandang  | 29 Desember 2003
Surat Pembaca | 24 November 2003
Terbenamnya Sebuah Kampung Wisata | 10 November 2003
Timor Leste Menolak Memeriksa Wiranto  | 23 Pebruari 2004
Batak Anti-Sadap  | 09 Pebruari 2004
Melengserkan Sang Raja Rimba  | 17 Pebruari 2003
Banjir di Pantai Utara  | 10 Pebruari 2003
Banjir di Mana-mana, Oi!  | 03 Pebruari 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jembatan Ambruk, Satu Warga Donggala Tewas
Sekolah Terendam Banjir, Puluhan Ribu Siswa di Riau Libur
Tiga Kelurahan Terendam Luapan Sungai Karang Mumus
Perbaikan Tanggul Bengawan Solo Lambat
Banjir Kembali Melanda Kabupaten Gorontalo
Diare dan Gatal-gatal Ancam Pengungsi Banjir di Tuban
Ratusan Pengungsi Banjir Bojonegoro Bertahan di Tenda Darurat
Ratusan Rumah di Cawang Terendam Banjir
Hujan Deras di Purwakarta Telan Dua Korban
Genset Mati Penyebab Banjir Di Terowongan Gandaria
> selengkapnya...

Referensi

Banjir Tak Pernah Ingkar Janji
Banjir Ancam Pantai Utara Jawa
Protap Permintaan Obat-obatan KLB Banjir
Sistem Pengendali Banjir Jakarta
Peta Banjir Jakarta (dalam sentimeter)
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Peta Banjir DKI Jakarta 2005
Mengapa Jakarta Banjir?
Banjir Datang Lagi

Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PPWSCC)
Departemen Sosial
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119820 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

DKI Sisir Kawasan Radio Dalam
Rumah Duka Sophan Sophian Dikerumuni Wartawan
Menabrak Pakem Seni Trimatra
Sophan Meninggal Dalam Perjalanan Ke Rumah Sakit
Sophan Sophian Ingin Jadi Duta Besar

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data