Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Warga Batam Tolak Smart Card BBM
Kamis, 27 Maret 2008 | 12:20 WIB

TEMPO Interaktif, Batam:Penerapan sistem kartu pintar (smart card) untuk pembelian bahan bakar minyak oleh pemerintah ditolak sebagian masyarakat Batam karena selain membuka peluang penjualan BBM kepada penyelundup, juga pembelian dibatasi hanya lima liter.

"Kurang tepat sistem itu diterapkan," kata Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Bersama Anti Korupsi (Gebrak), Uba Ingan Sigalingging kepada Tempo, hari ini (27/3).

Sistem itu juga dinilai membuka peluang bagi pemilik pompa bensin menjual kuota berlebih kepada kapal asing yang berlabuh di Batam. Dengan penjatahan itu, kuota yang dikeluarkan Pertamina akan berlebih. Alasan penolakan lainnya, untuk mengurus kartu pintar itu memerlukan biaya yang belum diketahui nilainya.

Uba menegaskan, untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak harus dibuat beberapa aturan. "Bila perlu undang-undang," katanya. Aturan itu menyangkut pembatasan kepemilikan kendaraan, terutama bagi individu. Kendaraan bagi perusahaan atau sejenisnya dikeluarkan ketentuan khusus mulai sejak mendaftarkan perusahaan.

"Ada orang yang punya mobil lima, padahal dipakai cuma satu," katanya. Ini akan membuka peluang menyedot BBM dengan cara mengisi kendaraannya berulang-ulang dengan kendaraan berbeda.

Anggota DPRD Kota Batam Reinhard Hutabarat menilai cara pemerintah membatasi penggunaan BBM tersebut melanggar hak asasi manusia. "Kan mayarakat itu beli, kok harus dibatasi," katanya. Jika memang pemerintah berkeinginan mencari pemasukan dana, sebaiknya harga BBM dinaikkan saja.

Wali Kota Batam Ahmad Dahlan menyatakan pihaknya belum bisa menentukan menerima atau menolak sitem smart card itu. "Tergantung masyarakat," katanya. Yang jelas, Pemerintah Kota Batam belum menerima secarik kertas pun menyangkut penerapan sistem tersebut. Ia mengaku mengetahui rencana pemerintah menggunakan smart card dari berita-berita di koran.

Rumbadi Dalle

Dari Arsip Majalah TEMPO
APBN-P 2005 (Tidak) Realistis? | 04 April 2005
Memuntir Harga Minyak Impor | 21 Maret 2005
Tak Minyak, Arang pun Jadi | 21 Maret 2005
Tidak Akan Transparan | 14 Maret 2005
Penggarong Kayu Layak Dipancung | 07 Maret 2005
Adu Tangguh untuk Siapa | 07 Maret 2005
Di Luar Kontrol Pemerintah | 07 Maret 2005
Neraca atau Manajemen Bobrok | 07 Maret 2005
Minyak | 07 Maret 2005
Menanti di Ambang Tak Terjangkau | 21 Pebruari 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Yudhoyono : Pemerintah Tak Terburu-buru Menaikkan BBM dan Listrik
Harga Minyak Mentah Tidak Akan Lampaui US$ 100
Presiden Minta Pembatasan BBM Tidak Buru-Buru
Konversi BBM ke Gas Dinilai Lebih Efektif
Desember, BBM Nonsubsidi Naik
Minyak Tanah Langka Lagi
Penjualan BBM di Jalur Pantura Naik 15 Persen
Angkatan Laut Tangkap Penyelundupan Solar
Kejaksaan Akan Kembalikan Berkas Solar Oplosan
Premium Langka di Jambi
> selengkapnya...

Referensi

Siapa Boleh Membeli
Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM
Keputusan Gubernur DKI No. 1219/2003 tentang Pembentukan Tim Koordinasi UPMP-BBMT

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119889 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

HIPMI Yogya: BBM Mestinya Tetap Bersubsidi
Gubernur Jawa Tengah Batasi Perjalanan Dinas
Lusa, Bush ke Israel
Rakyat Israel Ingin Olmert Mundur
Pembelian Elpiji Diperketat

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data