|
21 Orang Tewas Akibat Minuman Keras
Kamis, 27 Maret 2008 | 17:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jambi:
Dalam sepekan terakhir, warga Kota Jambi yang meninggal diduga akibat mengkonsumsi minuman keras (miras) terus bertambah. Jika sebelumnya sempat diumumkan jumlahnya mencapai 16 orang, Kamis (27/3) ini angkanya meningkat menjadi 21 korban tewas.
Jumlah ini diperkirakan masih bisa bertambah, karena sembilan orang warga lainnya masih dalam kondisi kritis dan tengah dirawat di beberapa rumah sakit di
Kota Jambi.
Aparat kepolisian setempat kini melakukan berbagai upaya, baik untuk mengatasi semakin banyak korban maupun melakukan penelitian terhadap miras yang
dikonsumsi para korban. Salah satunya dengan mengirimkan sampel miras ke laboratorium forensik Palembang, Sumatera Selatan.
"Kita telah melakukan penelitian secara seksama tentang kasus ini, antara lain dengan mengirim sampel minuman, urine dan darah para korban kata Ajun Komisaris Besar Yatim Suyatmo,” juru bicara di Kepolisian Daerah Jambi, hari ini. “Kami terus melakukan razia dan penyitaan terhadap miras yang beredar di pasaran di Kota Jambi."
Aparat Kepolisian Daerah, menurut Yatim, juga telah menyegel sebuah pabrik miras merek “Cap Macan” milik PD Lega Hati, yang beralamat di Jalan Camar Rt 04,
Kelurahan Sungaiasam, Kecamatan Pasarjambi, Kota Jambi.
Dugaan sementara, sebelum meninggal para korban diketahui mengkonsumsi miras buatan lokal ini. Korban terakhir bernama Waroh, 40 tahun, tadi malam meninggal setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mathaher Jambi.
Wanita paruh baya ini diketahui merupakan salah seorang penghuni kompleks lokalisasi Pucuk, Jambi. Berdasarkan informasi, sebelum meninggal korban diketahui menenggak anggur merah merek “Cap Macan”.
"Kita belum mengetahui secara pasti apakah memang para korban sebelum meninggal hanya mengkonsumsi miras merek Cap Macan saja, atau juga jenis miras jenis lain dan
bisa juga akibat hal lain," kata Yatim.
Berdasarkan keterangan para dokter yang merawat para korban, sebelum meninggal para korban menampakkan gejalah muntah-muntah, kesadaran menurun, dan pupil mata mengecil. Gejalah ini menunjukkan para korban mengalami keracunan.
Tony, staf di Perwakilan Bidang Industri PD Lega Hati, menyatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada pihak kepolisian.
"Kami serahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk meneliti apa sebenarnya penyebab kematian para korban. Kita harap masyarakat jangan lebih dulu cepat
menuding jika produk kamilah penyebab semuanya ini, sebelum ada kepastian hasil dari laboratorium," ujarnya. Syaipul Bakhori
INDEKS BERITA LAINNYA :
|