|
Pembangunan Bandara Fisabilillah Habiskan Rp 133 Miliar
Rabu, 02 April 2008 | 11:52 WIB
TEMPO Interaktif, Tanjung Pinang:Menteri Perhubungan Jusman Syafii Jamal didampingi Gubernur Kepulauan Riau Ismeth Abdullah meresmikan nama baru Bandara internasional Raja Haji Fisabillillah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (2/4). Nama tersebut menggantikan nama lama Bandara Kijang. Nama Raja Haji Fisabilillah adalah pahlawan nasional yang memperoleh Bintang Maha Putra Adi Pradana dari daerah Kepulauan Riau yang bergelar Yang Dipertuan Muda IV.
Untuk perluasan bandara tersebut, termasuk memperpanjang landasan serta memotong tiga bukit di sekitarnya, biaya yang telah dikeluarkan mencapai Rp 133,247 miliar. Wali Kota Tanjungpinang Suryatati Amada dalam laporannya menyatakan, rincian biaya tersebut meliputi biaya ganti rugi lahan sebesar Rp 4,047 miliar; biaya memotong tiga bukit sebesar Rp 67,9 miliar; dan pelebaran serta perpanjangan landasan bandara dari semula 1.850 meter menjadi 2.010 meter sebesar Rp 62,2 miliar.
Menurut Direktur Utama PT Angkasa Pura II Edi Haryoto, perluasan bandara dibarengi dengan perluasan gedung terminal, dari 1.250 meter persegi menjadi 1.400 meter persegi. Dengan perluasan itu diharapkan dalam satu tahun mampu melayani 600 ribu orang.
Sementara Menteri Jusman mengatakan, pertumbuhan penumpang pesawat udara selama lima tahun terakhir mencapai 16 persen. ”Pertumbuhan ini cukup tinggi. Hanya bisa disaingi oleh Cina,” ujarnya. Karena itu masyarakat internasional sangat memperhatikan keselamatan penumpang. ”'Tidak boleh kompromi. Harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Supriyantho Khafid dan Rumbadi Dalle
INDEKS BERITA LAINNYA :
|