Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Warga Sumatera Utara Kurang Merespon Pilkada
Rabu, 16 April 2008 | 21:44 WIB

TEMPO Interaktif, Medan: Gubernur Sumatera Utara Rudolf Pardede menilai partisipasi warga dalam memilih gubernurnya juga rendah. Dari beberapa tempat pemungutan suara di Medan yang sempat ia kunjunginya tadi siang, Rudolf menyebutkan angka partisipasi masyarakat dibawah 40 persen.

Rudolf tidak tahu penyebabnya. “Ini tidak baik bagi perkembangan demokrasi, selain itu hasil pemilihan gubernur nanti juga tidak begitu menggembirakan karena dukungan masyarakat yang rendah,” kata Rudolf.

Ribuan warga Sumatera Utara kehilangan hak pilih akibat belum terdaftar dalam daftar pemilihan tetap gubernur Sumatera Utara.

Dari Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir dilaporkan 1.200 warga tidak dapat memberikan hak suaranya. Dari Rumah Tahanan Tanjunggusta Medan, dari 4000 narapidana yang ikut memilih hanya 35 orang yang ikut mencoblos. Selebihnya tidak memperoleh kartu pemilih.

Koordinator pemenangan calon gubernur Sumatera Utara pasangan Mayjen (Purn) Tritamtomo dan Benny Pasaribu dari Balige, Samsul Sianturi, mengatakan warga yang tidak dapat memilih menuntut agar KPU Toba Samosir memberikan alternatif kepada para pemilih

Menanggapi itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara, Irham Buana Nasution, dengan tegas menolak. Ia berpendapat warga Sumatera Utara yang terdaftar sebagai pemilih tetap adalah yang berhak memilih gubernurnya.

Irham juga mengatakan KPU Sumatera Utara sudah memberikan batas waktu bagi warga yang belum terdaftar sebagai pemilih untuk mendaftar kembali. Itu dilakukan akhir Desember 2007 lalu. “Jadi tidak ada alasan,” katanya.

Calon gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin, menyatakan pemilihan di Sumut berlangsung jujur dan adil. Sebaliknya rivalinya, R.E.Siahaan justru kecewa dengan minimnya partisipasi masyarakat Sumatera Utara.

Dia juga menyebutkan basis pendukungnya di Pantai Barat yang mayoritas warga penduduk agama Kristen banyak yang tidak mendapat kartu pemilih. “Akibatnya kehilangan banyak suara,” kata Siahaan yang juga Walikota Pematang Siantar tersebut. SAHAT SIMATUPANG


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121428 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data