|
Elpiji Langka di Bandar Lampung
Jum'at, 09 Mei 2008 | 10:23 WIB
TEMPO Interaktif, Bandar Lampung :
Warga kota Bandar Lampung mulai kesulitan mendapatkan gas elpiji ukuran 12 kilogram. Kelangkaan terjadi akibat pertamina mengurangi jatah untuk para agen penjualan.
"Akibatnya harga gas elpiji mengalami kenaikan cukup signifikan di tingkat pengecer," kata Manajer CV Galih Sumbia, Dedi Mulyadi, salah satu agen gas elpiji hari ini.
Menurut Dedy, pengurangan itu diberlakukan sejak dua
bulan lalu tanpa ada penjelasan dari pihak Pertamina
Lampung. Sebelumnya, CV. Galih Sumbai mendapatkan
jatah 4600 tabung gas elpiji per bulan ukuran 12
kilogram. Kini hanya mendapat 4200 tabung atau 168
tabung per hari. "Jatah itu kami distribusikan ke para
pengecer dan toko-toko," katanya.
Di tingkat pengecer gas ukuran 12 kilogram naik
sekitar Rp. 2000 hingga 5000 per tabung dari harga
normal. Sulitnya mendapatkan gas elpiji membuat banyak
warga Bandar Lampung terpaksa membeli ke toko dan
pengecer dengan harga yang lebih tinggi. Gas ukuran 12
kilogram yang biasanya dijual RP 51 ribu per tabung
dinaikkan menjadi Rp 53 hingga Rp 56 ribu per
tabungnya.
Kelangkaan gas memaksa sejumlah agen memasang pengumuan gas habis. "Banyak pelanggan mengaku telah berkeliling kota untuk mendapatkan gas tapi tidak juga mendapatkannya," ujar dia.
Pengurangan itu diperparah dengan permintaan gas
elpiji ukuran 12 kilogram yang meningkat. Contohnya, banyak rumah makan dan industri yang kini beralih dari membeli gas 50 kilogram ke tabung isi 12 kilogram.
"Konsumen memanfaatkan disparitas harga yang cukup tinggi antara isi 12 dan 50 kilogram," ujarnya. Ukuran 12 kilogram harganya Rp 51 ribu, sedangkan isi 50 kilogram mencapai Rp 415 ribu.
Nurochman Arrazie
INDEKS BERITA LAINNYA :
|