|
Harga Naik, Ratusan Pedagang Ayam Kota Padang Mogok
Sabtu, 10 Mei 2008 | 13:33 WIB
TEMPO Interaktif, Padang:Lebih seratus pedagang ayam potong di Pasar Raya Padang dan empat pasar satelit di Padang melakukan mogok berjualan, Sabtu (10/5).
Los tempat berjualan ayam potong di Lantai 2 Pasar Inpres III, yang biasanya ramai, terlihat kosong dari barang dagangan. Beberapa pedagang terlihat duduk-duduk santai. Para pembeli yang datang tampak kecewa karena tidak bisa belanja ayam potong.
”Kami sedang mogok berjualan karena harga ayam dari peternak naik setiap hari dalam seminggu ini,” kata Jejeng, 48 tahun, seorang pedagang ayam.
Menurut Jejeng, selama ini para pedagang merasa dipermainkan perusahaan pemilik peternakan ayam potong, karena semena-mena mematok harga dan menaikkan harga setiap hari. Setiap harinya sebanyak 5 ton ayam potong dipasarkan ke Pasar Raya Padang, sebagian besar untuk kebutuhan restoran.
“Awal minggu lalu harga beli masih Rp 13 ribu per kilogram, naik tiap hari. Sekarang sudah mencapai Rp 16 ribu satu kilogram, berapa lagi harga jual kami kepada konsumen, ayamnya kecil-kecil lagi,” katanya. Biasanya pedagang mengambil untung sekitar Rp 5 ribu sampai Rp 8 ribu kepada konsumen perorangan, sedangkan rumah makan di bawah Rp 5 ribu.
Akibat harga naik, kata Jejeng, setiap hari ia rugi sampai Rp 200 ribu untuk menombok harga jual ke rumah makan. Sebab, berdasarkan perjanjian sebelumnya, harga ke rumah makan sudah dipatok Rp 15 ribu per kilogram.
“Alasan peternak menaikkan harga karena harga pakan dan obat-obatan naik, tapi kalau harga ayam masih tetap tinggi kami akan tetap mogok,” katanya. Ia membantah kenaikan harga karena stok kurang atau harga BBM (bahan bakar minyak) naik. ”Stok mungkin disembunyikan, kalau BBM kan belum naik,” ujarnya.
Pedagang lainnya, Aswir, 46 tahun, mengaku mengalami kerugian akibat terus naiknya harga ayam, sehingga kekurangan modal untuk membeli stok jualan. Sebelumnya rata-rata penjualannya Rp 400 ribu, namun karena harga naik tinggal lagi setengahnya.
Ketua Forum Komunikasi Persatuan Pedagang Ayam Padang, Indra Kasman, mengatakan pedagang ayam yang mogok selain di Pasar Raya juga pasar satelit Lubuk Buaya, Siteba, Bandar Buat, dan Pasar Alai. Sebagian besar pedagang berkumpul di kantor forum tersebut di Pasar Raya.
”Kami berencana akan meneruskan mogok sampai Senin (12/5) menunggu kejelasan dari Dinas Peternakan agar harga ayam potong bisa dikendalikan,” katanya.
Febrianti
INDEKS BERITA LAINNYA :
|