|
Pertamina Lampung Batasi Pembelian Elpiji
Kamis, 15 Mei 2008 | 11:17 WIB
TEMPO Interaktif, Bandar Lampung: Kelangkaan gas elpiji di Lampung memaksa Pertamina membatasi pembelian elpiji ukuran 12 kilogram bagi konsumen. Setiap konsumen dari sektor rumah tangga hanya boleh membeli satu tabung gas elpiji.
Untuk rumah makan dan industri, Pertamina menganjurkan tetap menggunakan ukuran 50 kilogram. "Ini untuk menghindari penimbunan dan aksi borong warga," kata Sales Eksekutif Representatif Pertamina Lampung Gusti Bagus Suteja, Kamis (15/05).
Sejumlah warga membeli gas elpiji lebih dari satu. Mereka menggunakan kendaraan bak terbuka dengan berkeliling kota dan mencari agen yang masih menyediakan gas ukuran 12 kilogram. Menurut pengakuan mereka, cara itu dilakukan oleh ibu-ibu kompleks perumahan yang dikoordinir untuk mendapatan gas.
"Biar praktis dan tidak merepotkan penghuni kompleks. Toko di dekat kompleks tidak lagi menyediakan gas," kata Mutmainah, salah seorang warga penghuni sebuah kompleks perumahan di Bandar Lampung.
Pertamina menduga warga mengalami kepanikan dengan rencana pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak. Akibatnya, sebagian warga yang biasanya cukup dengan satu tabung, kini ingin punya dua tabung. "Belum lagi sektor industri dan rumah makan yang beralih dari ukuran 50 kilogram ke ukuran 12 kilogram," kata Gusti.
Para agen elpiji, kata Gusti, diminta mengosongkan gudang penyimpanan elpiji milik mereka. "Sebanyak 13 agen resmi diminta untuk mendahulukan pasokan untuk toko-toko yang ada di Bandar Lampung. Mereka dilarang menyimpan elpiji di gudang lebih dari satu hari," katanya. Pertamina berjanji akan menindak agen elpiji yang melakukan penyelewengan dengan menimbun elpiji di gudang.
Nurochman Arrazie
INDEKS BERITA LAINNYA :
|