Agum Minta Maaf Atas Hasil Indonesia di Manila

Minggu, 04 Desember 2005 | 17:50 WIB

TEMPO Interaktif, Manila: Sehari menjelang penutupan SEA Games XXIII Filipina, perolehan medali Indonesia tak beranjak naik. Tim Merah Putih tetap di bawah tuan rumah, Thailand, Vietnam, dan Malaysia.

"Hasil ini sangat memprihatinkan. Saya atas nama KONI mohon maaf kepada seluruh bangsa Indonesia lantaran kami belum mencapai hasil seperti yang ditargetkan," kata Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar kepada wartawan di Posko Kontingen Indonesia, Manila, Minggu (4/12).

Jika dibandingkan dengan prestasi pada pesta olahraga dua tahunan itu sebelumnya, tahun ini Indonesia memperoleh hasil terburuk. Pertama kali ikut pada 1977 di Malaysia, Indonesia bahkan langsung menjadi juara umum dengan meraih 62 emas, 41 perak, dan 34 perunggu.

Dalam delapan kali penyelenggaraan setelahnya, juara umum lepas dari Indonesia hanya pada SEA Games 1985 dan 1995, keduanya di Bangkok, Thailand. Indonesia saat itu berada di posisi kedua di bawah tuan rumah.

Indonesia terpuruk dalam tiga penyelenggaraan SEA Games terakhir, yakni selalu menempati posisi ketiga. Di Vietnam, dua tahun lalu, Indonesia meraih total 221 medali (55 emas, 68 perak, 98 perunggu). Raihan itu yang dijadikan patokan pada SEA Games di Filipina.

"Kita memang tidak mencapai target yakni melebihi perolehan medali di Vietnam," kata Agum, "tapi jangan tanya dulu mengapa hal ini bisa terjadi." Agum menyatakan, KONI akan mengadakan evaluasi besar di Jakarta.

Kendati terpuruk di urutan kelima, menurut ketua kontingen Indonesia, Djoko Pramono, di beberapa cabang Indonesia mampu menunjukkan kualitasnya.

"Hampir semua cabang yang tergabung dalam Program Indonesia Bangkit(PIB) bisa mengimbangi kekuatan lawan, seperti angkat besi dan karate," katanya. DANTO






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: