Juve Juara Dengan Tanda Tanya
Senin, 15 Mei 2006 | 16:59 WIB
TEMPO Interaktif, Turin: Kecurigaan dan sinisme membayangi keberhasilan Juventus meraih gelar juara Seri A Liga Italia yang ke-29. Juve memastikan meraih scudetto Ahad lalu, setelah dalam pertandingan terakhirnya berhasil mengalahkan tuan rumah Reggina 2-0.
Gol David Trezeguet (menit 23) dan Alessandro Del Piero (90) mengantar Sang Nyonya Tua memuncaki klasemen dengan nilai 91. AC Milan, yang pada saat sama berhasil mengalahkan Roma 2-1, harus puas di urutan kedua dengan nilai terpaut tiga poin.
Tapi terungkapnya percakapan telepon antara Manajer Umum Juventus, Luciano Moggi, dan Ketua Komisi Wasit Federasi Sepak Bola Italia, Pierluigi Pairetto, 14 Mei lalu, membuat mahkota juara Juve terancam. Pada percakapan itu Moggi meminta wasit khusus untuk pertandingan Juventus pada musim 2004/2005.
Kejaksaan Napoli kini tengah menyelidiki kasusnya. Bila terbukti bersalah, gelar Juve musim lalu dan musim ini bisa dicabut. Bahkan tim ini bisa didegradasi ke Seri B.
Di tengah sorotan dan nada sumbang itu, para pemain Juventus tetap merayakan keberhasilan menjadi juara usai pertandingan di kandang Reggina. Pelatih Juventus, Fabio Capello, juga menganggap timnya layak menjadi juara.
"Kami menang bukan karena difavoritkan. Dalam dua tahun ini saya sudah menjalani 76 pertandingan dan selalu berada di puncak Seri A. Tim ini dipenuhi pemain yang hebat dan kami keluar dari lapangan dengan kepala tegak," katanya.
Sebaliknya dengan Manajer Umum Juve, Luciano Moggi. Dia secara resmi mengumumkan penguduran dirinya begitu timnya menjadi juara. "Mulai besok saya tak lagi di Juventus. Sepak bola bukan lagi dunia saya," katanya dengan mata berkaca-kaca. Kemarin waktu setempat, Moggi dijadwalkan diperiksa kejasaan Napoli.
AFP | CHANNEL4 | NURDIN





