Juve Bakal Rugi Rp 3,2 trilun

Rabu, 17 Mei 2006 | 15:19 WIB

TEMPO Interaktif, Milan: Pengungkapan skandal pengaturan pertandingan oleh Juventus kembali menyajikan fakta yang makin menyudutkan klub juara Seri A Italia ini. Dari rekaman terbaru, terungkap Juventus tak hanya mengatur penunjukan wasit tapi juga menekan menteri.

Dalam rekaman, awal April 2005 tersebut, Luciano Moggi yang saat masih manajer umum Juventus menelpon Giuseppe Pisanu, menteri dalam negeri Italia saat itu. Moggi meminta Pisanu terus menggelar pertandingan Seri A, meski Paus John Paul II baru meninggal. Pisanu bersedia dan meminta Moggi membantu tim asal kota kelahirannya, Sassari Torres, yang berlaga di Seri C.

Pada 4 Mei lalu juga dipublikasikan permintaan Moggi pada Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) agar menunjuk wasit khusus untuk pertandingan Juventus musim 2004/2005. Moggi juga diberitakan sempat mengurung wasit dan dua hakim garis setelah Juve dikalahkan Reggina pada tahun 2004.

Saat ini, Juventus, bersama AC Milan, Fiorentina, dan Lazio tengah diusut oleh kejaksaan Napoli, Turin, dan Roma atas tuduhan pengaturan hasil pertandingan. Bila terbukti tim-tim ini bisa didegradasi ke Divisi B.

Juve sendiri sudah terimbas kasus ini. Senin kemarin, saham klub di Bursa Saham Milan, anjlok 14 persen menjadi 1.735 euro per lembar. Michele Uva, pengamat pasar modal Italia, memprediksi bila Juve sampai didegradasi ke Seri B maka klub ini akan kehilangan penghasilan 70% atau sekitar 200 juta pound sterling (Rp 3,2 triliun) dari kontrak TV, sponsor, dan kaburnya para pemain bintang.
AFP | AP | NURDIN

TOPIK






Komentar Anda

Kirim