Unggul Stamina, Kediri Juara

Senin, 31 Juli 2006 | 11:40 WIB

TEMPO Interaktif, Solo: Keunggulan stamina mengantar Persik Kediri meraih gelar juara Liga Indonesia kedua kalinya. Di Stadion Manahan, Solo, tadi malam, Tim Macan Putih menang 1-0 lewat perpanjangan waktu atas PSIS Semarang. Persik berhak atas hadiah Rp 1,5 miliar.

Satu-satunya gol kemenangan dihasilkan penyerang asal Uruguay, Christian Gonzales, melalui sundulan kepala pada menit ke-107. Pemain berjuluk El Loco (si Gila) ini memanfaatkan umpan silang matang dari gelandang Nigeria, Eby T. Sukore.

Gonzales berhak atas hadiah uang Rp 50 juta karena menempatkan diri sebagai top scorer dengan 28 gol. Musim lalu, dia beroleh gelar yang sama. Ironisnya, semenit setelah mencetak gol, Gonzales mendapat kartu merah karena menanduk kapten Semarang, Emanuele De Porras, setelah keduanya bersitegang.

Keunggulan stamina Persik diakui pelatih PSIS, Bonggo Pribadi. "Persik pantas menang. Mereka punya kematangan fisik lebih baik," kata mantan stopper tangguh ini. "Anak-anak kelelahan setelah 90 menit, sehingga konsentrasi mereka menurun."

Hal yang sama diungkapkan pelatih Persik, Daniel Roekito. "Stamina pemain kami lebih unggul. Selain itu, kunci kemenangan kami adalah mematikan duet penyerang PSIS, De Porras dan Imral Usman," katanya.

Persik pernah merasakan gelar serupa pada 2003, sedangkan PSIS pada 1998/1999. Kini Persik menyamai rekor Persebaya, yang sebelumnya menjadi satu-satunya klub dengan dua gelar juara Liga Indonesia.

Meski kalah, PSIS patut berbangga kepada stopper muda mereka, Maman Abdurrahman, yang beroleh gelar pemain terbaik musim ini. Selama kompetisi, Maman tampil konsisten. Dia berhak atas hadiah Rp 75 juta.

Pertandingan kemarin berjalan imbang dan berlangsung dalam tempo tinggi. Meski begitu, hampir tak terjadi insiden yang berarti--kecuali satu pelanggaran keras yang dilakukan Gonzales.

Tidak seperti saat dikalahkan Persik 1-3 pada babak 8 besar, kali ini PSIS bermain rancak. Lini tengahnya, yang dipimpin pemain Argentina, Gustavo Ortis, berhasil mengimbangi para gelandang Persik yang dikomandoi Danilo Fernando dan kapten Harianto.

Di luar lapangan, suasana tegang berlangsung sejak siang hari. Stadion Manahan, yang berkapasitas 24 ribu penonton, tak kuasa menampung serbuan pendukung kedua tim yang mencapai angka di atas 30 ribu. Para pendukung Semarang mendominasi stadion. Mereka bahkan sempat menjebol pintu selatan stadion.

ANAS SYAHIRUL

TOPIK






Komentar Anda

Kirim