Persija Jalan Terus, Pengelola Siap Mundur

Kamis, 03 Agustus 2006 | 13:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kisruh antara pengurus dan tim pengelola Persija Jakarta ternyata sama sekali tidak berimbas pada persiapan mental dan fisik pemain dalam Copa Dji Sam Soe Indonesia 2006. Macan Kemayoran akan menghadapi PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Semarang, sore ini.

"Anak anak dalam keadaan senang dan tetap bersemangat," kata manajer Persija, Darmawan Edy, saat dihubungi Tempo melalui telepon selulernya kemarin. Ia menambahkan, para pemain tidak memikirkan konflik internal itu dan memusatkan perhatian dan bermain bagus di Copa.

Perselisihan antara kubu pengurus dan tim pengelola bermula dari pembongkaran Stadion Menteng. Buntutnya, Sekretaris Umum Persija, Biner Tobing, merasa tersinggung dengan ucapan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, yang menuding mereka menilap uang.

Tak terima dengan tudingan itu, pihak pengurus mengadakan rapat dengan 30 anggota klub Persija di kantor sekretariat sementara di Pejompongan, Jakarta Pusat.

Hasilnya, 28 klub mendukung keputusan untuk tidak memperpanjang Surat Keputusan No. 1/SEKR/KPT/XII/2005, yang diterbitkan pada 30 Desember 2005 soal penunjukan tim pengelola yang terdiri atas Firman Hutajulu (ketua), I Gusti Ketut Manila (wakil ketua), Darmawan Edy (manajer), dan Rahmad Darmawan (pelatih).

Hanya, sampai saat ini, keputusan itu belum dinyatakan secara tertulis dan baru berlaku seusai kejuaraan Copa. Menanggapi hal ini, Darmawan tidak keberatan. Namun, ia tetap tersinggung. "Saya tidak merasa kerja dengan dia," ujarnya. Ia masih optimistis persoalan ini bisa diselesaikan secara damai. "Pasti Bang Yos bisa menyelesaikan," katanya.

Perasaan lapang dada juga keluar dari mulut Manila. "Diminta berhenti hari ini pun saya siap," katanya. Namun, ia menilai keputusan itu bukan sebuah jalan keluar.

Ia berharap persoalan ini diredam dulu hingga kompetisi Copa Dji Sam Soe berakhir lantaran mental pemain bisa terpengaruh oleh kasus ini. "Jangan tim dirusak," ujar Manila.

Meski nanti tidak terlibat secara langsung dalam mengelola klub kebanggaan ibu kota itu, Manila menegaskan, ia tetap peduli dengan Persija karena sudah membangun kesebelasan itu menjadi solid. Sejak 1999, ia mengatakan, pihaknya sudah berhasil mengangkat prestasi Macan Kemayoran meski gagal merebut gelar juara Liga Djarum Indonesia 2006.

faisal

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: