Paceklik Gol, Eto'o Cemberut
Selasa, 22 Agustus 2006 | 17:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Tekanan psikologis sepertinya tengah menghinggapi penyerang Barcelona, Samuel Eto'o. Itu terlihat kala Barcelona menang 3-0 atas Espanyol pada pertemuan kedua Piala Super Spanyol, Ahad lalu. Eidur Gudjohnsen masuk menggantikan Et'o menjelang jeda turun minum.
Wajarnya, seorang pemain yang keluar lapangan akan memberikan tepukan tangan kepada para pendukungnya. Tapi Eto'o tak melakukan selebrasi tersebut. Dia ngeloyor dengan wajah cemberut. Penyerang asal Kamerun ini bahkan tak menengok wajah pelatih Frank Rijkaard yang dilewatinya.
Bukan cuma itu. Eto'o bahkan meninggalkan rekan-rekannya yang merayakan kemenangan meraih Piala Super Spanyol. Dia pergi dari Stadion Nou Camp saat para pemain naik ke atas mimbar.
Rekan dekat sekaligus tandemnya, Ronaldinho, menganggapnya sebagai hal yang wajar. “Kejadian itu sangat bisa dipahami,” ujar penyerang asal Brasil ini. “Dia masih ingin bermain di lapangan, ditarik keluar membuatnya tak bahagia. Itu lebih baik dia lakukan daripada sama sekali tak punya gairah bermain.”
Rijkaard membenarkan kejadian tersebut, namun tetap santai menanggapinya. “Memang benar, Eto'o pergi lebih cepat daripada yang lain,” kata pelatih asal Belanda itu. “Setelah pertandingan yang menguras energi seperti itu, seorang pemain sebaiknya cepat pergi beristirahat. Tapi kami mendiskusikannya besok harinya.”
Bisa jadi, pemain berusia 25 tahun tersebut frustrasi karena tengah paceklik gol. Top scorer Liga Spanyol musim lalu tersebut baru mencetak satu gol pada tujuh kali pertandingan Barcelona sebelum kompetisi Liga Spanyol bergulir.
AFP | ANDY M





