Kembalinya Si Bengal Anelka
Jum'at, 25 Agustus 2006 | 18:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Catatan kariernya yang penuh dengan cerita bentrokan dengan para pelatih belum membuat Nicolas Anelka kehilangan pamor. Penyerang Prancis berusia 27 tahun tersebut masih diminati klub Inggris. Kini, Bolton Wanderers merogok kocek dalam-dalam untuk mendatangkannya.
Nico –panggilannya-- dibeli dari Fenerbahce dengan harga 8 juta pound sterling (sekitar Rp 138 miliar). Bagi klub besar macam Chelsea atau Arsenal, jumlah itu mungkin belum termasuk besar. Tapi bagi Bolton, nilai Anelka menjadi yang termahal dalam sejarah pembelian mereka.
Pemain termahal Bolton sebelumnya adalah Dean Holdsworth saat dibeli dari Wimbledon pada 1997, 3,5 juta pound sterling. Untuk mendatangkan Anelka, Bolton harus bertarung dulu dengan Blackburn dan Portsmouth yang juga sangat berminat.
“Anelka pemain yang punya catatan luar biasa di Liga Primer,” kata pelatih Bolton, Sam Allardyce. “Dia lahir untuk mencetak gol. Bakat dan pengalamannya bakal menjadi aset berharga bagi kami.”
Anelka sebelumnya pernah bermain untuk tiga klub Inggris. Pertama kali datang ke Inggris, Anelka masih berusia 20 tahun dan langsung bergabung dengan tim besar Arsena. Selama tiga musim bersama The Gunners dia bermain 23 kali dan mencetak 23 gol.
Setelah mencari ilmu di Real Madrid dan Paris Saint-Germain, Anelka kembali ke Liga Inggris pada 2001/2002 bersama Liverpool. Sayangnya, kali ini dia cuma mencetak empat gol dalam 20 pertandingan. Dari 2002 sampai 2005 dia mencetak 38 gol selama 89 kali membela Manchester City. Setelah itu, Anelka merumput di Liga Turki bersama Fenerbahce.
Sayangnya, Anelka temperamental. Itu yang membuatnya sempat bermusuhan dengan pelatih Arsenal, Arsene Wenger, juga dengan sejumlah pelatih nasional Prancis. Sampai sekarang “Si Bengal” sulit mendapat peluang di Les Blues –julukan Prancis-- karena kebengalannya itu.
SOCCERNET | ANDY M





