Italia Harus Menang atas Prancis
Rabu, 30 Agustus 2006 | 19:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Italia harus mengalahkan Prancis pada kualifikasi Piala Eropa 2008, Rabu depan, untuk membuktikan kualitas mereka sebagai juara dunia. Menurut kiper Italia, Gianluigi Buffon, menang atas Prancis bakal menepis tudingan orang bahwa mereka menjadi juara dunia hanya karena keberuntungan.
Italia mengalahkan Prancis pada final Piala Dunia 2006 di Jerman lewat adu penalti, bulan lalu. “Kami harus membuktikkan kemampuan kami dan menunjukkan bahwa kami mengalahkan mereka di Berlin bukan karena keberuntungan,” kata penjaga gawang Juventus tersebut.
Italia dan Prancis tergabung dalam Grup B kualifikasi Piala Eropa 2008 bersama Ukraina, Georgia, Skotlandia, Lithuania, dan Kepulauan Faroe. Ini grup neraka karena dihuni tiga tim yang Piala Dunia Jerman: Ukraina, Prancis, dan Italia. Mereka berebut dua tempat teratas untuk mendapatkan tiket ke putaran final yang digelar di Swiss dan Austria, dua tahun lagi.
Kualifikasi Piala Eropa diikuti 50 negara yang dibagi dalam tujuh grup. Setiap grup hanya diambil dua tim terbaik. Empat belas negara yang lolos akan bertarung di putaran final bersama dua tim tuan rumah, Swiss dan Austria.
Italia akan melakoni partai pertamanya menjamu Lithuania di Napoli, Sabtu nanti. Pada saat yang bersamaan, Prancis bertandang ke Georgia dan Skotlandia menjamu Kepulauan Faroe. Satu pesaing berat lain, Ukraina, baru menjalani partai perdanaya pada Rabu depan menghadapi Georgia.
Juara dan runner up Piala Dunia, Italia dan Prancis, harus bertanding di Paris, Rabu nanti. Ini adalah pertemuan pertama mereka seusai Piala Dunia dan setelah Prancis tak lagi diperkuat Zinedine Zidane yang pensiun.
Bagi Buffon, kemenangan atas Prancis sangat penting. Pasalnya, banyak orang menganggap mereka menang di final Piala Dunia karena diuntungkan dengan hilangnya Zidane pada babak adu penalti. Zidane diusir wasit karena menanduk stopper Azzurri, Marco Materazzi.
“Menyandang gelar juara dunia adalah sebuah tannggugjawab yang besar. Setiap orang kini memandang kami dengan cara yang berbeda,” kata Buffon. “Tapi pengalaman yang kami punya akan membantu kami tetap fokus.”
AFP | ANDY M





