Si Budha Kecil Vs Si Pelawak
Sabtu, 09 September 2006 | 20:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Duel dua tim terluka akan terjadi di Stadion La Romareda nanti malam. Di kandang sendiri, Real Zaragoza berniat melakukan balas dendam atas tamunya Espanyol, tim yang mempecundangi mereka 4-1 pada final Piala Raja musim lalu.
Kedua klub sama-sama belum punya poin karena kalah dari lawan masing-masing pada partai perdana, dua pekan lalu. Los Blanquillos - julukan Zaragoza-- kalah 2-3 di kandang Deportivo La Coruna. Sedangkan Los Periquitos -julukan Espanyol - dipecundangi Gimnastic Tarragona 0-1.
Kekalahan dari Tarragona membuat gundah para pemain Espanyol. Maklum, Tarragona berstatus promosi dan baru bertanding di Divisi I lagi untuk pertama kalinya dalam 50 tahun terakhir. Pelatih Espanyol, Ernesto Valverde, langsung melakukan evaluasi keras terhadap kekalahan timnya itu.
"Ketika melawan Tarragona, kami tak menjalankan instruksi dari pelatih," kata pengatur serangan Espanyol, Ivan De la Pena. "Valverde meminta kami memainkan bola dari kaki ke kaki dan mempermainkannya selama mungkin. Tapi kami bermain terlalu tergesa-gesa."
De la Pena, 30 tahun, gelandang paling berpengaruh di lini tengah Espanyol. Pemain produksi Sekolah Sepak Bola Barcelona ini punya kontribusi besar saat menang 4-1 atas Zaragoza pada final Piala Raja. Dua gol yang tercipta kala itu adalah hasil assist-nya. De la Pena berjuluk "Si Budha Kecil" karena berkepala gundul.
Sayang sekali, kali ini Espanyol belum bisa diperkuat penyerang andal Raul Tamudo, si pencetak dua gol di final Piala Raja. Tamudo masih cedera. Sehingga, pelatih Valverde sepertinya akan menduetkan Walter Pandiani dengan Luis Garcia.
Bila Espanyol punya "Si Budha Kecil", Zaragoza memiliki duet gelandang andal asal Argentina. Mereka adalah "Si Pelawak" Pablo Aimar dan "Si Kurus" Andres D'Alessandro. Keduanya mantan duet di River Plate. Awal musim ini Aimar pindah dari Valencia ke Zaragoza sehingga bereuni lagi dengan D'Alessandro.
Selain mereka berdua, Zaragoza juga memiliki dua bersaudara Diego Milito dan Gabriel Milito, dua pemain nasional Argentina. Gabrile menjaga sektor pertahanan, Diego menggedor di barisan depan. Musim lalu Diego Milito menjadi mesin gol bagi Zaragoza dengan mencetak 21 gol di segala kompetisi.
"Musim ini Zaragoza berkembang dengan baik. Mereka diperkuat pemain-pemain baru andal dan memiliki pelatih hebat," puji De la Pena soal Aimar dan pelatih Zaragoza, Victor Fernandez.
Perkiraan Pemain:
Zaragoza (4-4--2) Cesar; Diogo, Sergio, G. Milito, O. Gonzalez; Ponzio, Zapater, D'Alessandro; Aimar; Ewerthon, D. Milito
Espanyol (4-4-2): Kameni; Zabaleta, Lacruz, Jarque, D. Garcia; Rufete, Edu Costa, Fredson, D la Pena; Luis Garcia, Pandiani





