Awas Tendangan Juninho!
Selasa, 12 September 2006 | 18:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Mimpi buruk Real Madrid itu bernama Juninho Pernambucano. Gelandang asal Brasil itu arsitek utama Olympique Lyon saat mencukur Madrid 3-0 pada partai perdana babak Grup Liga Champions musim lalu. Dapatkah Juninho Mengulanginya dini hari nanti?
"Kami harus lebih berhati-hati sekarang, ini bukan partai yang sama dengan tahun lalu," kata pemain berusia 31 tahun tersebut. "Madrid sudah banyak berubah. Mereka memiliki pelatih baru dan mental yang berbeda."
Los Merengues - julukan Madrid-- bertandang ke Stade de Gerland, kandang Lyon, pada partai perdana Liga Champions Grup E. Di grup yang sama pada saat bersamaan klub Denmark, FC Copenhagen menjamu Benfica, Portugal.
Lyon Vs Madrid menjalani pertandingan yang persis sama dengan musim lalu: langsung bertemu pada partai perdana babak grup. Masih belum hilang dari ingatan bagaimana saat itu Juninho demikian merajalela. Juninho menjai motor rekan-rekannya untuk mendominasi barisan gelandang lawan. Pada dua pertemuan musim lalu, Lyon menang 3-0 dan seri 1-1 saat di kandang Madrid.
Kala Lyon menang, gol pertamanya dicetak Juninho dari tendangan bebas berjarak 25 meter dari gawang Iker Casillas, kiper Madrid. Setelah itu, Juninho juga berperan besar bagi terciptanya gol kedua yang dicetak John Carew. Bermula dari Casillas yang gagal menangkap bola hasil tendangan bebas Juninho, Carew lantas menyerobot si kulit bundar. Sedangkan gol ketiga diciptakan Sylvain Wiltord.
Juninho memang nama besar dalam urusan menciptakan gol dari bola mati. Selepas memperkuat Vasco da Gama, pemain bernama asli Antonio Augusto Ribeiro Reis Junior ini memperkuat Lyon sejak 2001/2002. Dari 159 kali memperkuat klub asal Prancis itu, Juninho telah mengoleksi 40 gol. Perlu dicatat, 24 gol di antaranya dari tendangan bebas atau titik penalti.
Minggu lalu, Juninho lagi-lagi memberikan kemampuan terbaiknya untuk Lyon saat menang 2-0 atas Troyes di Liga Prancis. Gol pertama dicetak oleh Cris hasil umpan silangnya. Dan gol kedua, kembali Juninho mencetak gol lewat tendangan bebas jarak jauh.
"Setiap pemain saling tolong di lapangan," kata pelatih Lyon, Gerard Houllier, menanggapi kemenangannya atas Troyes. "Ada semangat besar dalam tim saya. Itu akan sangat bermanfaat saat menghadapi Madrid nanti.
Namun Madrid yang akan mereka hadapi sekarang berbeda dengan Madrid musim lalu. Perbedaan yang paling menyolok adalah kehadiran duo Juventus: stopper Fabio Cannavaro dan gelandang Emerson. Selain itu, ada alternatif di lini depan berkat kehadiran mantan bintang Arsenal, Jose Antonio Reyes, dan mantan penyerang Manchester United, Ruud van Nistelrooy.
Dan faktor paling besar yang membuat perbedaan di antara kedua tim adalah Mahamadou Diarra. Pada dua pertemuan musim lalu, Diarra ada di kubu Lyon. Pemain berumur 35 tahun ini menjadi duet gelandang tengah bagi Juninho.
"Bila kami bermain seperti menghadapi Levante, saya yakin kami akan menang melawan Lyon," kata van Nistelrooy. Pelatih Fabio Capello sepertinya bakal kembali memasangkan penyerang asal Belanda itu dengan Antonio Cassano yang juga menyumbang satu gol ketika melawan Levante.
SOCCERNET | AFP | ANDY M
Perkiraan Pemain:
Lyon (4-3-2-1): 1-Gregory Coupet; 12-Anthony Reveillere, 3-Cris, 29-Sebastien Squillaci, 20-Eric Abidal; 28-Jeremy Toulalan, 8-Juninho, 21-Tiago; 14-Sidney Govou, 17-Florent Malouda; 11-Fred
Madrid (4-2-3-2): 1-Iker Casillas; 11-Cicinho, 4-Sergio Ramos, 5-Fabio Cannavaro, 3-Roberto Carlos; 6-Mahamadou Diarra, 8-Emerson; 23-David Beckham, 18-Antonio Cassano, 7-Rau/19-Jose Antonio Reyes; 17-Ruud van Nistelrooy





