Menunggu Sabitan Xabi Jilid III

Jum'at, 22 September 2006 | 17:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Mencetak gol dari jarak lebih dari separuh lapangan memang bukan hal baru. Kepintaran macam ini yang melambungkan nama David Beckham. Pada masa-masa awal kariernya di Manchester United, Beckham menciptakannya dengan kaki kanan ke gawang Wimbledon, Agustus 1996.

Namun baru Xabi Alonso yang mampu melakukannya dalam tempo kurang dari setahun. Pertama saat timnya, Liverpool, menang 5-3 atas Luton Town pada Piala FA, Januari lalu. Dan kedua ketika The Reds menang 2-0 atas Newcastle United, Rabu dini hari lalu. Keduanya dari jarak sekitar 55 meter.

Dan hebatnya, pemain kidal asal Spanyol ini menggunakan kedua kaki yang berbeda pada terciptanya kedua gol tersebut. Dia menendang dengan kaki kiri saat melawan Luton dan kaki kanan ketika mencetak gol ke gawang Newcastle.

Tak heran bila Alonso menganggapnya sebagai dua hal yang berbeda. "Memang berbeda, karena saat mencetak gol ke gawang Luton, saya menggunakan kaki kiri," katanya seusai menang atas Newcastle. Menurutnya, gol ke gawang Newcastle adalah gol terbaiknya sepanjang karier. Sebab, dilakukan dengan kaki kanan padahal dia kidal.

Gol itu membuat kiper Newcastle, Steve Harper, menahan malu. "Saya akan mengenangnya sebagai sebuah hal yang menghancurkan saya sepanjang sisa karier saya," kata Harper yang mengaku terlalu maju saat Alonso melakukan tendangan.

Karena kedua gol Alonso, kini rumah-rumah judi di Inggris menambah satu item lagi dalam taruhannya. Yaitu, mampukah Alonso menciptakan gol serupa untuk ketiga kali?

Rumah Judi Coral memasang angka terkecil, 100-1. Artinya, bila Alonso mencetak gol dengan cara serupa, si pemenang taruhan mendapatkan uang seratus kali lipat dari yang dia pasang. Sedangkan Ladbrokes memasang angka 25-1, dan banyak rumah judi lain memasang lebih tinggi, pada kisaran 16-1.

Alonso sendiri mengaku tidak berjudi saat mengambil keputusan untuk menendang bola ke arah gawang lawan dari jarak jauh. "Saya selalu berlatih menendang semacam itu setiap latihan," kata mantan pemain Real Sociedad berusia 24 tahun ini. "Kerap kali pelatih (Rafael Benitez) memarahi saya agar tak melakukannya sebab hanya membuang bola. Tapi saya selalu melalukannya.

Alonso bernama lengkap Xabi Alonso Olano. Dia lahir dari keluarga bola. Ayahnya, Periko, mantan bintang Barcelona dekade 1980-an setelah dua kali menjuarai Liga Spanyol bersama Real Sociedad. Saudaranya, Mikel Alonso, adalah tandemnya saat masih di Sociedad. Dan satu lagi saudaranya, Jon, menjadi wasit.

Keluarga Alonso berasal dari suku Basque yang secara tradisi pendukung Sociedad. Di klub itu pula Alonso memulai karier, 1999-2004, sebelum dipinjamkan ke SD Eibar. Sejak dua musim lalu, dia bermain untuk publik Anfield, Liverpool.
THE SUN | SOCCERNET | ANDY M






Komentar Anda

Kirim