Nurdin Halid Tak Akan Beri Keringanan

Minggu, 01 Oktober 2006 | 18:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Manajemen Persebaya Surabaya harus mengubur dalam-dalam harapan untuk mendapat keringanan sanksi dari Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Pria asal Makassar ini menutup pintu terhadap niat Persebaya itu.

"Belum akan ada pertimbangan karena Persebaya belum menjalani hukuman," kata Nurdin saat dihubungi TEMPO, kemarin. Selain itu, kata dia, belum ada tanda-tanda klub berjuluk Bajul Ijo itu melakukan perbaikan terhadap para pendukungnya.

Komentar Nurdin ini menanggapi rencana pengajuan keringanan hukuman yang akan dilakukan manajemen Persebaya terhadap putusan Komisi Banding PSSI, yang mengurangi hukuman menjadi diperbolehkannya mereka menggelar pertandingan kandang di Jawa Timur.

Padahal sebelumnya, Komisi Disiplin menghukum Persebaya berupa larangan menggelar partai kandang di Jawa Timur selama setahun, menyusul kerusuhan penonton seusai partai semifinal Piala Indonesia melawan Arema Malang di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, Agustus lalu.

Tapi Persebaya masih berharap hukuman satu tahun larangan bertanding di Surabaya diringankan lagi dengan boleh memainkan laga di markasnya, Stadion Gelora 10 November.

Nurdin yakin, Persebaya dan para pendukungnya akan memperbaiki diri lantaran mereka sudah berulang kali mendapatkan sanksi karena ulah pendukungnya. Jika harapan itu tidak terkabul, ia memastikan, masyarakat Surabaya akan menghukum mereka. Sanksi masyarakat ini, kata dia, lebih sadis dan dapat mematikan sepak bola di Surabaya.

Dengan penolakan ini, Persebaya kemungkinan besar akan memindahkan markas mereka di Gresik atau Sidoarjo. Masalahnya, apakah warga kedua kota itu akan memberi ijin. Boleh jadi mereka tidak rela melihat para bonek mengacak-acak kota mereka, karena meski dilarang menonton, tidak ada yang bisa membendung pada Bonek Mania ini datang saat pertandingan.

FAISAL ASSEGAFF






Komentar Anda

Kirim