Sepekan dengan Poin Penuh
Jum'at, 06 Oktober 2006 | 15:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Dua pahlawan Piala Dunia 2006, Gianluca Zambrotta dan Luca Toni, bertekad akan membawa Italia memenangi dua pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2006 pekan ini. Nilai sempurna wajib didapat untuk menambal perolehan mereka yang baru satu poin dari dua pertandingan.
Pada laga pertama, Italia di bawah pelatih baru Roberto Donadoni hanya bermain imbang 1-1 menjamu tim lemah Lithuania. Setelah itu, Azzurri dihajar tim yang mereka kalahkan pada Piala Dunia 2006, Prancis, 1-3 di kandang lawan.
Sabtu ini Italia menjamu Ukraina dan Rabu depan bertandang ke kandang Georgia. “Kami menargetkan mendapatkan enam poin melawan Ukraina di Roma dan bermain di Georgia,” kata Zambrotta. “Saat ini kami merasa konfisi fisik kami lebih baik daripada dua pekan lalu. Kami tidak boleh gagal lagi di kualifikasi ini.”
Hal yang sama diungkapkan penyerang asal Fiorentina yang tak dipanggil pada dua partai terdahulu, Luca Toni. “kami bermain buruk pada dua pertandingan pertama, sekarang kami membutuhkan tiga angka melawan Ukraina,” kata pemain yang menyumbang dua gol saat mengalahkan Ukraina 3-0 di Piala Dunia lalu.
Dalam beberapa sesi latihan, pelatih Roberto Donadoni sepertinya bakal mengandalkan Toni di depan. Pendampingnya, kemungkinan besar adalah kapten Juventus, Alessandro Del Piero, di kiri dan Mauro Camoranesi di kanan. Donadoni memang menyukai pola tiga penyerang.
Pada pertandingan ini, Donadoni harus bekerja keras mengatasi dua hal: masalah di lapangan dan di luar lapangan. Pasalnya, dia mulai merasa terganggu dengan banyaknya kecaman yang ditujukan kepadanya akibat permainan Italia yang buruk.
Donadoni meminta agar pers menurunkan tensi kecamannya menjelang pertandingan melawan Ukraina dan Georgia. Pelatih muda itu berkilah, dirinya tak bisa berkonsentrasi bila terus dikecam.
“Jika setiap orang bekerja dengan baik, itu akan sangat baik,” kata Donadoni. “Saya selalu terbuka, tapi bukan berarti saya bisa menerima dengan mudah segala sesuatu yang datang. Kritik adalah satu hal, bermain buruk adalah hal lain.”
Satu keuntungan bagi Italia, kapten dan penyerang berbahayan Ukraina, Andriy Shevchenko, kemungkinan tak bisa turun karena demam berkepanjangan. “Tadi malam (Kamis malam) temperaturnya mencapai 38,6 derajat celcius,” kata pelatih Ukraina, Oleb Blokhin.
AFP | ANDY M





