Kiper Kroasia Remehkan Rooney
Selasa, 10 Oktober 2006 | 14:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Meski disebut-sebut sebagai penyerang paling berbakat yang dimiliki Inggris saat ini, nama Wayne Rooney ternyata sama sekali tak berarti bagi Stipe Pletikosa. “Saya lebih takut kepada raksasa The Reds,” kata penjaga gawang Kroasia itu.
Yang dimaksud Pletikosa adalah Peter Crouch, striker dengan tinggi badan 197 sentimeter dan menjadi tandem Rooney di lini depan Inggris. Pletikosa yang cuma bertinggi 193 sentimeter memandang kejangkungan Crouch bakal menyulitkannya.
“Rooney tengah mengalami masa-masa sulit musim ini,” kata Pletikosa menganalisis duet penyerang The Three Lions. “Sebaliknya Crouch bakal merepotkan saya karena dia tinggi. Crouch bisa membuat sulit bagi tim mana pun.”
Crouch, 25 tahun, sungguh ironi. Di klubnya, Liverpool, dia bukanlah pemain inti, padahal Crouch selalu tampil bagus bagi Inggris akhir-akhir ini. Crouch mencetak lima gol pada empat partai perdana di bawah kepelatihan Steve McClaren.
Sebaliknya, Rooney sedang mengalami krisis kepercayaan diri. Pemain gempal berusia 20 tahun ini pernah mengeluhkan penampilannya yang tak jua membaik seperti sebelum Piala Dunia. Rooney baru mencetak dua gol pada total enam pertandingannya untuk Manchester United dan Inggris.
Seusai gagal mencetak gol ke gawang Andorra, Rooney mendapat banyak sorotan dari para pengamat. Sebagian mengkritiknya, sebagian lagi memberinya dukungan. Sang legenda Paul Gascoigne termasuk yang terakhir. “Jangan lupa, dia baru berusia 20 tahun, Rooney masih punya 15 tahun untuk menjadi yang terbaik.”
Kroasia adalah tantangan berat bagi Rooney untuk membuktikan kemampuannya. Bila gagal lagi menghasilkan gol, bukan tak mungkin rasa frustrasinya kian meningkat. Jadi, kuncinya harus mencetak gol.
Tapi Pletikosa terlanjur memandang remeh daya serang Inggris. “Secara pribadi, saya tak khawatir dengan permainan mereka,” katanya. “Bila mereka tak bisa mencetak gol di kandang sendiri saat menghadapi Macedonia, saya tak melihat alasan mengapa mereka berharap bisa melakukannya di Kroasia.”
THE SUN | ANDY M





