Tangis Puyol dari Pemakaman
Minggu, 05 November 2006 | 18:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Saat rekan-rekannya gagal mendulang poin penuh di Stadion Riazor, kapten Barcelona, Carlos Puyol, tengah berada di tempat pemakaman di kotanya, La Pobla de Segur, Barcelona. Stopper berusia 28 tahun itu tengah mengikuti upacara pemakaman ayahnya yang meninggal sehari sebelumnya.
Ayahnya, Josep Puyol, 56 tahun, mengalami kecelakaan tragis pada Jumat sore. Dia meniggal setelah terguling dari kendaraan kerjanya saat memindahnya barang dari proyek perbaikan jalan yang tengah dia tangani. Josep meninggal di kawasan Prat d'Or, Sarroca de Bellera, Provinsi Lleida.
Keluarga Puyol memberitahaukan kabar buruk tersebut kepada pengurus Barcelona saat para pemain berada di pesawat yang membawanya dari Barcelona ke La Coruna, Jumat malam. Begitu mendarat di La Coruna, salah seorang Direktur Barcelona, Albert Perrin, membisiki Puyol tentang berita duka itu.
Saat itu juga Puyol langsung kembali ke Barcelona. Di Bandara Barcelona sudah menunggu Presiden klub, Joan Laporta, tunangan Puyol, Agnes; dan agennya, Ramon Sostres. Mereka lantas mengantar Puyol ke rumah duka.
“Saya berharap kapten kami diberi ketabahan dalam menghadapi ini,” kata pelatih Frank Rijkaard. “Saya tahu peristiwa ini sangat memukulnya. Carlos pergi dan tak banyak berkata-kata.”
Upacara pemakaman dihadiri banyak kenalan Josep dan teman-teman Puyol. Tentu saja, minus para pemain Barcelona yang tengah bertanding. Termasuk yang hadir adalah tiga orang mantan bintang Barcelona: Josep Guardiola, Luis Enrique, dan Demetrio Albertini.
Josep seorang pria sederhana dan dikenal ramah kepada tetangganya. Uniknya, sang ayah ini tak pernah menyaksikan putranya bermain di Nou Camp. Satu-satunya pertandingan Puyol yang dia saksikan adalah saat Barcelona menang 2-1 atas Arsenal pada final Liga Champios musim lalu di Paris.
DIARIOSPORTS | UEFA | ANDY M





