Kunjungan 'Gerombolan Pengacau'
Sabtu, 27 Januari 2007 | 18:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sambutlah Bolton Wanderers. Ingat "The Crazy Gang" Wimbledon dalam Liga Primer Inggris pada 1980-an, yang melumat para klub raksasa dalam Piala FA? Bolton kini disebut sebagai titisannya.
Militan, ibarat kalau perlu mati di lapangan, tampil keras dengan keliatan fisiknya, dan nyaris menggunakan segala cara di lapangan untuk mengalahkan lawannya. Hampir sama seperti Wimbledon, para "bangsawan" dalam Liga Primer membencinya. Sebab, klub itu acap kesulitan mengembangkan keelokan permainannya dan kalah, termasuk Arsenal, yang sedang gemilang dalam liga, Piala Carling, dan Piala FA.
Akibatnya, pertemuan mereka menyisakan permusuhan. Simaklah komentar kapten Bolton, Kevin Nolan, menyambut pertemuan timnya dengan Arsenal dalam babak keempat Piala FA di Stadion Emirates, London, hari ini.
"Manusia keras" Nolan memperingatkan Arsenal bahwa timnya siap "mencekik dan menendang" The Gunners keluar dari Piala FA. Nolan mengatakan siap meninggikan kehormatan timnya setelah beberapa kali "berperang fisik" melawan skuad asuhan Arsene Wenger itu.
Nolan, gelandang yang sempat menarik perhatian manajer tim Inggris, Steve McClaren, mengaku "sakit dan lelah" bermain melawan Arsenal, meski tim asuhan Wenger itu hanya sekali menang dalam tiga kali pertemuan terakhir di Piala FA.
"Kami sering digambarkan sebagai tim Wimbledon yang baru dalam media. Sebaliknya Arsenal disanjung sebagai tim sepak bola terbaik negeri ini. Sekalipun ketika kami yang menang, nada minor menyertai kami bahwa tendangan dan jepitan menyertai sukses itu," kata Nolan, yang berjanji tak akan mempedulikan apa kata media jika timnya menang hari ini.
Bolton memiliki rekor melawan Arsenal, yaitu menang empat kali dalam tujuh pertemuan terakhir dan seri dua kali.
Nolan juga mengecam Wenger yang tak pernah ramah kepada Manajer Bolton Sam Allardyce. Dua manajer itu bertengkar dalam pertemuan terakhir di kandang Bolton, Stadion Reebok, musim ini.
Nolan, yang keras dan blakblakan, mengingatkan kepada kapten Wimbledon yang legendaris, Vinnie Jones, yang pernah meremas alat vital bintang Tottenham Hotspur, Paul Gascoigne, dalam suatu pertandingan.
Hanya, Nolan lebih tinggi teknik olah bolanya daripada Jones--yang kemudian menjadi bintang film--sehingga tak perlu mengulang kekurangajaran seniornya itu menghadang lawan di lapangan. l MIRROR | AFP | PRASETYO





