WARALABA THE GUNNERS
Sabtu, 10 Februari 2007 | 22:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Orang Amerika semakin bernafsu melibatkan diri dalam sepak bola Inggris. Setelah Liverpool, Manchester United, dan Aston Villa, kini giliran Arsenal yang diincar.
The Gunners sedang berunding dengan konglomerat olahraga Amerika Serikat, Stan Kroenke, tentang kerja sama dengan klub miliknya, Colorado Rapids, di Liga Utama Sepak Bola Amerika (MLS).
Perundingan itu berfokus pada pengembangan Arsenal di Amerika. Jika berhasil, Rapids nantinya memiliki nama baru. Misalnya Arsenal Colorado atau Colorado Arsenal. Kostumnya juga akan mengikuti model The Gunners.
Rancangan kerja sama meliputi pertandingan persahabatan di antara kedua klub, kursus kepelatihan, dan kaderisasi pemain. Rapids sudah memiliki rencana untuk mengunjungi Inggris dalam masa persiapan menuju MLS 2007, yang dimulai April nanti.
Kroenke, 59 tahun, adalah pengusaha properti dan salah satu orang terkaya di negeri adidaya itu. Selain memiliki Rapids, Kroenke mendanai klub bola basket NBA, Denver Nuggets, dan klub hoki NHL, Colorado Avalanche.
Kroenke melihat potensi pengembangan sepak bola di negaranya. Apalagi salah satu bintang sepak bola dunia, David Beckham, bakal tampil di MLS bersama klub Los Angeles musim depan. Dia akan membikin stadion baru buat Rapids, yang akan digunakan tahun depan.
Kroenke tertarik dengan kiprah para rekan senegaranya, seperti Malcolm Glazer, Randy Lerner, George Gillett Jr., dan Tom Hicks, yang berhasil membeli Manchester United, Aston Villa, dan Liverpool.
Tapi belum ada indikasi bahwa para pemegang saham utama Arsenal--Danny Fiszman (25 persen), Nina Bracewell-Smith (15,9 persen), dan David Dein (14,6 persen)--berniat menjual kepemilikan The Gunners kepada Kroenke.
Dengan demikian, hanya Arsenal dari "empat besar" klub Inggris--tiga lainnya, yaitu MU, Chelsea, dan Liverpool--yang masih dimiliki warga Inggris.
Sebelumnya, Arsenal sudah terlibat beberapa kerja sama, seperti dengan klub dari Belgia, Beveren, dan akademi sepak bola di Pantai Gading. The Gunners juga memiliki kerja sama teknik dengan Celta Vigo. Klub dari Spanyol itu menjadi tempat pematangan para pemain dari Amerika Selatan yang nantinya dibeli The Gunners.
Nah, Rapids mungkin menjadi tempat persemaian bakat-bakat dari Amerika Utara sebelum diangkut ke London.
Tokoh penting di balik usaha kerja sama Arsenal dan Rapids adalah Jeff Plush, 41 tahun, wakil presiden perusahaan olahraga milik Kroenke (KSE). Dia salah satu penggemar fanatik Arsenal.
Meski belum pernah menjuarai Liga Champions, nama Arsenal sudah mendunia. Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum, pemilik perusahaan penerbangan Emirates dari Dubai, misalnya, membeli hak nama kandang baru Arsenal musim ini, Stadion Emirates di London, sebesar 100 juta pound sterling selama 15 tahun.
INDEPENDENT | BLOOMBERG | PRASETYO





