Taktik aneh Rijkaard
Rabu, 07 Maret 2007 | 21:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Di kandang Liverpool, Anfield, Barcelona hanya menang 1-0 pada pertemuan kedua 16 besar Liga Champions dan menjadikan hasil aggregate 2-2. Keunggulan tipis ini gagal meloloskan El Barca ke babak selanjutnya karena Liverpool lebih banyak mencetak gol di kandang lawan.
Penampilan Barcelona, yang terlambat panas pada babak pertama, tak lepas dari keanehan Rijkaard menyusun pemainnya. Pada dua partai terakhir La Liga Primera, pelatih asal Belanda itu memainkan pola ganjil, 3-4-3 dan 5-2-3. Melawan Liverpool, dia kembali ke pola 4-3-3, tapi dengan susunan pemain yang tak lazim.
Keganjilan Rijkaard yang paling mencolok adalah menempatkan Andres Iniesta, gelandang serang, sebagai bek kiri dan memposisikan Eto'o sebagai penyerang kiri. Sedangkan gelandang tengah ditempati Rafael Marquez dan penyerang tengah dilakoni Ronaldinho.
Taktik pelatih Liverpool, Rafael Benitez, sebenarnya juga aneh. Bek kanan Alvaro Arbeloa dia turunkan sebagai bek kiri untuk menjaga Lionel Messi. Faktanya, bek asal Spanyol itu melakukan tugasnya dengan baik.
Pada babak pertama, dua kali tendangan Arne-Riise mengancam gawang Barcelona. Sebuah tendangan Mohamed Sissoko juga nyaris menggetarkan jala kiper Victor Valdes bila tak membentur mistar.
"Saya tak mau membicarakan perang di antara pelatih," kata Benitez. "Saya hanya mencoba menyusun pemain dengan sebaik mungkin."
AFP | THE SUN | ANDY M
SUSUNAN PEMAIN
LIVERPOOL (4-4-2): Reina; Finnan, Carragher, Agger, Arbeloa; Gerrard, Sissoko, Alonso, Riise (Aurelio 77); Kuyt (Crouch 89), Bellamy (Pennant 67).
BARCELONA (4-3-3): Valdes; Oleguer, Thuram (Gudjohnsen 71), Puyol, Iniesta; Deco, Marquez, Xavi; Messi Eto'o (Giuly 61), Ronaldinho.





