AS Roma Bukan yang Terburuk

Rabu, 11 April 2007 | 18:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kalah dengan skor 1-7 tentu memalukan AS Roma, juga Italia, negara peraih gelar juara Piala Dunia 2006. Namun, ternyata hasil ini bukan yang terburuk dalam sejarah keikutsertaan klub-klub Italia di ajang Eropa. Juventus pernah kalah dengan skor yang lebih besar, 0-7, oleh Wiener Sport Club (Austria) pada babak pertama Piala Champions 1958/1959.

AC Milan pun pernah kalah 0-6 oleh Ajax Amsterdam (Belanda) pada Piala Super Eropa 1974. Begitu pula Sampdoria dan Lazio. Sampdoria dibekuk Ferencvaros (Bulgaria) pada Piala Fairs dan Lens (Prancis) menekuk Lazio pada Piala UEFA. Kedua tim sama-sama kalah 0-6.

Di luar itu, kekalahan oleh MU kemarin dini hari, sebelumnya Roma tak pernah kebobolan lebih dari empat gol sepanjang 209 pertandingan di tingkat Eropa. Kekalahan besar terakhir Roma derita saat melawan Real Madrid (2-4) pada babak grup Liga Champions 2004/2005.

Namun, Roma punya sejarah buruk di kompetisi domestik. klub berjulukan Il Lupo (Pasukan Serigala) pernah dua kali kalah dengan skor 1-7 saat melawan Torino, Oktober 1947, dan Juventus, Maret 1932.

Sebaliknya, klub asal Italia juga pernah menang besar, ditorehkan Juventus 7-0 atas Olympiakos (Yunani) pada babak grup Liga Champions 2003/2004. Pada hari yang sama dengan kemenangan Juventus tersebut, AS Monaco (Prancis) menghancurkan Deportivo La Coruna (Spanyol) 8-3.

Namun, soal kemenangan besar, catatan MU lebih besar. The Red Devils membukukan kemenangan 10-1 atas Anderlecht (Belgia) pada putaran pertama Piala Champions 1956/1957. Hasil itu juga tercatat sebagai kemenangan kandang pertama di tingkat Eropa dalam sejarah MU.

Sampai saat ini, rekor kemenangan di ajang kompetisi tertinggi antarklub Eropa (Piala Champions yang kemudian berganti nama menjadi Liga Champions) masih dipegang klub asal Rumania, Dynamo Bucharest, yang menang 11-0 atas Crusaders (Irlandia Utara) pada 1973/1974.

Sedangkan kemenangan agregat terbesar pada dua kali pertemuan Benfica (Portugal) menghadapi Dudelange (Luksemburg) musim 1965/1966, 8-0 dan 10-0, yang menghasilkan total skor 18-0. Dan jumlah gol terbanyak terjadi pada musim 1969/1979 saat Feyenoord (Belanda) mengempaskan Reykjavik (Islandia) 12-2.
FI | RSSSF | ANDY M






Komentar Anda

Kirim