Pelatih PSIM Yogyakarta di Ujung Tanduk
Minggu, 16 September 2007 | 18:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Posisi pelatih PSIM Yogyakarta Sofyan Hadi berada di ujung tanduk. Dalam delapan kali pertandingan yang sudah dijalani PSIM pada putaran kedua musim kompetisi PSSI 2007, PSIM hanya meraih empat poin dari satu kali menang dan satu kali seri.
Posisi Sofyan Hadi pun semakin terpojok karena ia dipastikan tidak bisa mendampingi anak asuhnya selama tiga bulan menyusul sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin PSSI.
"Kami masih mengevaluasi baik terhadap posisi pelatih maupun kekuatan tim secara keseluruhan. Sebab selama dua pertandingan tidak didampingi pelatih Sofyan Hadi kemarin, permainan anak-anak cukup baik. Menejemen belum mengambil keputusan terhadap posisi Sofyan Hadi," kata Menejer PSIM Yogyakarta, Nugroho Swasto, hari ini.
Nugroho mengakui posisi Sofyan Hadi memang semakin terjepit. Selain banyaknya kekalahan yang diderita PSIM, kata dia, Sofyan Hadi juga dilarang mendampingi PSIM dalam waktu tiga bulan sejak 6 September lalu. Kondisi ini, kata Nugroho, praktis hingga menjelang kompetisi Divisi Utama 2007 berakhir, pemain PSIM tidak akan didampingi oleh Sofyan Hadi.
"Kami hanya menyisakan tujuh pertandingan lagi. Setelah istirahat selama bulan puasa ini, PSIM baru akan bertanding lagi pada 31 Oktober nanti. Dan kami belum bisa didampingi oleh pelatih sehingga saat ini PSIM lebih banyak berharap pada asisten pelatih, Maman Durachman," kata Nugroho.
Nugroho mengakui absennya Sofyan Hadi memang menimbulkan spekulasi apakah posisi pelatih PSIM akan diisi orang lain atau tidak. Spekulasi itu muncul karena hukuman yang harus diterima Sofyan Hadi cukup lama. Apalagi saat Sofyan Hadi menyelesaikan hukumannya, masa kontrak dengan Sofyan juga berakhir.
"Sejauh ini kami belum memikirkan mencari pelatih baru. Kami berusaha mengoptimalkan asisten pelatih untuk menangani PSIM hingga kompetisi ini berakhir. Soal wacana yang berkembang di luar memang macam-macam tapi perhatian kami saat ini adalah menjaga kekompakan tim sekaligus membenahi kelemahan yang ada," kata Nugroho.
syaiful amin





