Taufik Gagal Rebut Juara
Minggu, 16 September 2007 | 20:16 WIB
TEMPO Interaktif, Tokyo:
Pebulutangkis unggulan Indonesia, Taufik Hidayat, gagal merebut juara di partai tunggal putera pada Kejuaraan Super Series Jepang Terbuka setelah menyerah atas pebulutangkis Malaysia Lee Chong Wei 20-22, 21-19, dan 19-21, Minggu siang waktu setempat (16/9).
Taufik mendapat tekanan kuat dari Lee yang sejak awal tampak bermain ngotot dengan kombinasi antara smash-smash keras dan pukulan tipuan melewati atas kepala. Taufik yang baru pertama kali di final Jepang Terbuka itu berhasil mengimbangi permainan Lee dengan memberi perlawanan ketat, bahkan memaksa Lee bermain Match Poin hingga lima kali.
Namun kali ini Taufik memang harus mengakui pebulutangkis unggulan kedua tersebut, yang sebelumya menang secara mengejutkan atas juara dunia asal China, Lin Dan, melalui dua set langsung.
Di set pertama, Lee unggul berhasil lebih dahulu dengan pukulan smash-lompat ke kotak Taufik, yang mengakhiri set dengan 21-19 untuk Lee. Di set kedua meski Taufik tertinggal 6 angka, ia berhasil menyamakan kedudukan, bahkan terus memimpin dua angka di atas Lee. Keadaan tersebut berlangsung hingga akhir set dan memberi kemenangan untuk Taufik 21-19.
Namun, lagi-lagi Lee meninggalkan Taufik jauh di belakang pada set ketiga dengan 15-8. Meski sempat menyusul ketertinggalannya, Taufik harus mengakui kehebatan peraih emas dalam Kejuaraan Commonwealth itu. Set terakhir itu menjadi penentu kemenangan Lee atas Taufik dengan 21-19. Dengan kemenangan itu, Lee berhasil mengumpulkan tiga gelar juara. Sebelumnya Lee berhasil menggondol emas di kejuaraan Indonesia Terbuka dan Filipina Terbuka.
Kekalahan lainnya juga diderita tim Indonesia di nomor ganda campuran. Pasangan Indonesia Nova Widianto dan Lilyana Natsir menyerah di tangan pasangan Cina Zheng Bo dan Gao Lin, 19-21, 14-21.
Pasangan Nova/Lily cukup memberikan perlawanan sengit dan sempat memimpin angka di set pertama dengan 14-9, namun berhasil disamakan Zheng/ Gao dan akhirnya menutup kemenangan bagi Cina. Kepercayaan diri pasangan Zheng/Gao tampaknya lebih tinggi ketimbang anak-anak asuhan pelatnas Cipayung itu, sehingga pada set kedua pun mereka meninggalkan jauh pasangan Indonesia sejak kedudukan masih 6-4.
Kekalahan ketiga Indonesia juga dialami pasangan ganda putera Alvent Yulianto/Luluk Hadiyanto melawan seniornya, Tony Gunawan/Candra Wijaya yang kini mewakili Amerika. Meski pertandingan tersebut merupakan all-indonesian final tetapi secara faktual, Indonesia tetap gagal merebut satu pun gelar juara. Pasangan Alvent/Luluk harus menyerahkan kesempatan tersebut kepada Tony/Candra dengan 18-21, 17-21 hanya dalam tempo 29 menit.
Gelar lainnya direbut pebulutangkis Denmark, Tine Resmussen di final partai tunggal puteri. Ia meraih kemenangan atas juara bertahan Cina XIe Xingfang dua set tanpa jeda 21-15, 21-17. Hari ini merupakan tonggak sejarah bagi Demnark yang baru pertama kali masuk final di Jepang Terbuka. Ia sebelumnya berhasil unggul atas juara Eropa asal Jerman Xu Huaiwen, juara Asia asal China Jiang Yanjiao, juara dunia Zhang Ning dan Lu Lan yang mengantarkannya hingga ke final.
Selain itu, dalam final ganda putri yang didominasi oleh sesama pasangan Cina dimenangkan oleh unggulan ketiga, Yang Wei/ Zhang Jiewen atas rekan senegaranya, Yu Yang/ Zhao Tingting dengan 21-17, 21-5. AFP/ Rafly Wibowo




Komentar Anda :