Drama Tiger Woods
Rabu, 08 Oktober 2008 | 10:48 WIB
TEMPO Interaktif, Beverly Hills: Tenaga Tiger Woods seakan tak pernah habis. Cedera lutut yang didapatnya ketika memenangkan kejuaraan Amerika Terbuka 2008, tak menyurutkan langkahnya berdiri tiga jam 'nongkrong' di lapangan golf yang berada di pesisir New Meksiko bersama rekan bisnisnya.
Ya, pria yang diprediksi akan menjadi atlet pertama dalam sejarah dengan kekayaan lebih dari US$ 1 miliar atau lebih dari Rp 9 triliun pada 2010 itu, tengah meninjau lapangan golf yang khusus didesainnya sendiri, yang bernama Punta Brava.
Lapangan golf yang dibangun dengan dana US$ 100 juta atau sekitar Rp 944 miliar terletak bertetangga dengan Samudera Pasifik.
“Saya melibatkan diri dalam pembuatan lapangan golf ini sebelum digelarnya turnamen Amerika Terbuka 2008. Harusnya saya mengunjungi lapangan ini Senin (6/10),” ujar Woods yang berharap lapangan kreasinya akan dikenal sebagai 'Pantai Pebble di Semenanjung Baja' Rabu (8/10).
Rekan bisnis Woods, Brady Oman dibuat heran dengan vitalitas pria berdarah Thailand tersebut. “Dia berjalan tiga jam setengah untuk melihat lapangan yang didesainnya, sementara kesokan harinya harus menjalani operasi,” ungkap Brady.
Lapangan golf Punta Brava direncanakan mempunyai 18-hole dan berada di lahan seluas 6266,2 meter. Lokasinya terletak di 108 kilometer selatan San Diego.
Fasilitas di Punta Brava bukan hanya lapangan golf. Pengunjung juga akan dimanjakan dengan hotel, klub pribadi, rumah berlatar pemandangan laut, kolam renang, dan spa. Tempat yang mahal itu diprediksi selesai pada 2011.
Woods yang mengaku sempat menolak proposal mendesain 12 lapangan golf, punya kesan tersendiri dengan lapangan golf Punta Brava. Favoritnya par 3 nomor 2, dan 12. “Ada 8 pukulan yang harus Anda lakukan melewati air. Ketika Anda memukul ke nomor 12 itu sama seperti dengan nomor 8 di Pantai Pebble (Pantai yang terletak di pesisir California),” ujar Woods.
“Saya berusaha memberikan khalayak merasakan bagaimana membangun drama,” tegas pegolf sukses yang menikahi model Swedia, Elin Nordegren itu.
AFP | Bagus Wijanarko
Topik :






Komentar Anda :