close

Tim Catur Putri Dipecundangi Italia

Sabtu, 22 November 2008 | 16:02 WIB

TEMPO Interaktif, Dresden: Kemenangan Irine Kharisma Sukandar yang bermain di papan pertama tak mampu membawa kemenangan bagi tim catur putri Indonesia, dan akhirnya harus mengakui keunggulan regu Italia, 1,5-2,5, pada babak kedelapan Olimpiade Catur ke-38 yang berlangsung di Dresden, Jerman.

Irine, yang bergelar Master Internasional, bermain cemerlang dengan menundukkan Grand Master Zimina Olga. Namun, keberhasilan itu tak terlalu membantu saat tiga rekannya yang lain gagal menuai kemenangan. Demikian seperti yang disitir dari situs turnamen, Sabtu (22/11).

Hanya Evi Lindiawati yang mampu menyumbangkan setengah angka setelah bermain remis saat melawan Eleonora Ambrosi. Sedangkan dua pecatur lagi, Dewi Andhiani Anastasia Citra kalah dari Marina Brunello, dan Kadek Iin Dwijayanti yang menyerah atas Maria De Rosa.

Kekalahan ini menjadikan posisi Indonesia melorot ke peringkat 55, atau turun dari posisi ke-42 sehari sebelumnya. Seperti halnya di kelompok putri, tim putri juga masih menyisakan tiga babak lagi.

Pada babak kesembilan yang akan dimainkan Sabtu pukul 21.00 WIB nanti, Indonesia akan ditunggu unggulan ke-61, Bangladesh, yang di babak kedelapan menang telak 3,5-0,5 atas tim lemah Angola yang ditempatkan sebagai unggulan 101.

Sementara itu, tim Cina masih menguasai puncak klasemen hingga babak kedelapan setelah bermain imbang 2-2 dengan unggulan kedua, Ukraina. Amerika Serikat berada di peringkat kedua disusul Ukraina, Polandia, dan Serbia.

Adapun unggulan utama Rusia yang diperkuat juara dunia 2008, Alexandra Kosteniuk, terperosok ke peringkat kesepuluh setelah di babak kedelapan ditumbangkan AS, 1-3.

Bobby Chandra

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan