Pria Pencemburu Sandera 42 Orang

Selasa, 07 Oktober 2008 | 22:07 WIB

TEMPO Interaktif, Kota Guatemala: Seorang pria bersenjata yang sedang dirundung cemburu menyandera 42 orang di sebuah pusat panggilan di Kota Guatemala, Senin (7/10) dan melepaskan mereka tanpa terluka dan menyerahkan diri kepada polisi setelah lima jam saat yang mencekam.

Juru bicara Kepolisian Nasional Donald Gonzalez mengatakan, Luis Escobar (29 tahun), memperdayai petugas keamanan di Pusat Panggilan 24/7 dan merebut senjata mereka pada Senin tengah malam. Polisi lainnya, Miguel Tzoc mengatakan Escobar sedang diamuk api cemburu pada mantan kekasihnya yang bekerja di pusat panggilan tersebut.

Escobar, seperti yang dilansir situs Examiner.com, pertama kali melepaskan 40 sanderanya namun tetap menahan mantan pacarnya itu bersama kekasih barunya. Namun sepuluh menit berselang, Escobar melepaskan pasangan tersebut dan kemudian menyerahkan dirinya kepada polisi.

Escobar melepaskan tiga tembakan saat tiga anggota paramedis mencoba masuk ke dalam gedung untuk berbicara dengannya. Dia mengaku memiliki bahan peledak dan mengancam akan meletupkannya. Demikian kata Gonzalez.

Gonzalez menyebutkan, Escobar tidak memiliki bahan peledak apa pun di tubuhnya, namun polisi masih mencari adanya bahan peledak itu ke seluruh gedung hingga Selasa subuh waktu setempat.

Salah seorang sandera Luis Sesam (24) mengatakan, Escobar tiba di gedung itu dengan mengenakan topeng ski, melucuti petugas keamanan, dan meluncurkan tiga tembakan di langit-langit gedung.

"Tampaknya ia paham apa yang harus dilakukan karena dia memerintahkan kami untuk terbagi dalam dua kelompok, laki-laki dan perempuan, dan mengatakan jika kami mau bekerja sama maka tidak akan terjadi apa-apa," ujar Sesam.

Escobar tak menyebutkan permintaan khusus apa pun namun kerap berbincang dengan seorang pastor. Saat seorang menteri tiba, ia sedikit mereda dan melepaskan sanderanya, kata Sesam lagi.

Bobby Chandra
 

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :