Monyet Jadi Pelayan di Jepang
Selasa, 07 Oktober 2008 | 22:58 WIB
TEMPO Interaktif, Tokyo: Tolong simak artikel ini baik-baik. Siapa tahu dapat menjadi inspirasi pengusaha restoran seperti Anda!
Sebuah restoran di Jepang mengambil pendekatan yang unik dan kreatif dalam mempekerjakan para pelayannya -- mereka melatih dua monyet untuk menunggui pelanggannya.
Kayabukiya, sebuah kedai minum sake (minuman khas Jepang) di sebelah utara Tokyo, mempekerjakan dua monyet untuk membantu tugas para pelayannya yang berbangsa manusia.
Kedua monyet tersebut, Yat-chan dan Fuku-chan, mendapat tip dari pelanggan berupa sebotol susu kedelai. Demikian seperti yang dilansir situs Metro.co.uk, Selasa (7/10).
Yat-chan, berusia 12 tahun, yang lebih berpengalaman di antara keduanya, mengambil order para tamu dan membawakan pesanan itu ke meja mereka.
Fuku-chan, monyet yang lebih muda, belum dipercaya untuk mengambil order tamu namun bisa membantu pelanggan mengambilkan handuk hangat.
Kaoru Otsuka (63 tahun), si pemilik kedai, tadinya merawat kedua monyet ini sebagai piaraan, namun ia memperhatikan keduanya mulai meniru pekerjaannya di restoran itu, sehingga tak salah jika ia kemudian mempekerjakan mereka sebagai pelayan.
Otsuka berencana melatih monyet ketiga sebagai generasi penerus Yat-chan dan Fuku-chan.
Bobby Chandra
Topik :
- Kok Marah?
Idih...mas Rabechus kok jadi emosi gitu. Masalahnya kan "MONYET PELAYAN" kok jadi lari ke rokok n kebiasaan ug membudaya? Kalo pelayannya monyet, apa menjamin kebersihannya?? Namanya juga komentar, janjinya kan ga pake marah..
Pengirim : Yanti di Bogor - sok bersih
kalau di indonesia sudah jadi buruan atau santapan makhluk yang bernama manusia !. karena nyawa di negri ini hanya sebungkus rokok nilainya !. sok bersih lagi !. lihat aja , meludah , kencing bahkan berak hampir di setiap lorong . dan sudah membudaya !!!!
Pengirim : rabechus di jogja - Teganya Monyet dijadikan Pelayan... HUH!!
Kasian banget monyet dijadikan pelayan. Sebagai pecinta bewan, saya ga setuju. Harusnya kan disayang-sayang. Pemilik restonya terlalu pelit n irit untuk memperkerjakan manusia. Mmg siy, kreatif, tapi kan kalo pelayannya monyet meragukan banget kebersihannya. Om Kaoru Otsuka, coba deh dipikirin lagi, kyk ga da orang aja.
Pengirim : Yanti di Bogor






Komentar Anda :