close

Terompet dan Air Mata Iringi Kemenangan Obama  

Rabu, 05 November 2008 | 14:18 WIB

TEMPO Interaktif, Chicago: Dari Harlem, tempat mendiang Martin Luther King Junior dilahirkan, sampai Oakland, California, warga kulit hitam dan putih Amerika berbaur merayakan kemenangan Barack Obama dengan air mata, lengkingan terompet, teriak kebahagiaan, tangan-tangan yang teracung di udara, seolah menganang era perjuangan hak asasi manusia masa silam.

Seperti yang dilansir kantor berita Associated Press, Rabu (5/11), diperkirakan setidaknya seratus ribu orang berkerumun di Grant Park, Chicago, untuk menghormati Obama dengan lambaian bendera Amerika saat warta-warta di televisi mengumumkan terpilihnya senator asal Illinois ini sebagai presiden kulit hitam pertama dalam sejarah negeri itu. Pendeta Jesse Jackson, yang dua kali mencalonkan diri untuk menduduki Gedung Putih, tampak berurai air mata.

Kerumunan orang di gereja dan para penghuni rumah berhamburan ke luar bergabung bersama orang-orang yang menari-nari di jalanan.

Di Harlem, gelombang ribuan orang berkumpul di sebuah plasa dekat Apollo Theater, yang gemuruh suaranya dapat terdengar sampai beberapa blok jauhnya.

Di Oakland, California, di sisi lain negara besar ini, arus lalu lintas seolah berhenti di Jack London Square saat para pengemudi merayakan kemenangan dengan membunyikan klakson yang laksana musik mengiringi tarian para pejalan kaki.

"Setelah sekian lama akhirnya saat yang dinanti itu tiba juga," kata Linda Bogard, 57 tahun, yang mengenakan rompi berwarna oranye cerah dan topi berwarna senada dengan tulisan "Obama" dan mengangkat kedua tangannya seakan dia sedang berdoa. "Perjuangan hebat dengan kemenangan besar."

Sementara itu di kawasan ibu kota, ratusan penduduk tumpah ruah ke jalanan di dekat Gedung Putih. Mereka membawa balon dan membunyikan tetabuhan sambil meneriakkan "Bush pun Tamat!" Di sepanjang U Street, yang suatu ketika pernah tersohor dengan bioskop dan toko-toko khusus bagi warga kulit hitam, pria-pria berdiri di atap mobil, melambai-lambaikan bendera Amerika dan poster Obama.

Tak jauh dari Howard University yang sangat bersejarah bagi warga kulit hitam, ratusan mahasiswa meluapkan kegembiraan, dan meneriakkan, "Ya, kami berhasil!" "Menjadi anak muda dan memiliki suara pada pemilu ini memang sangat bermakna," kata Najauna Muschetta, yang sedang merayakan ulang tahunnya ke-19 Selasa itu.

Bobby Chandra

Info Grafis

  • Presiden Ditusuk, Presiden Disentuh

    Berbeda dengan di sini, memilih presiden di Amerika Serikat bisa dilakukan dengan banyak cara. Alat yang tersedia tidak seragam, tergantung keputusan tiap-tiap daerah
    pemilihan tentang mana yang lebih dipercaya. Yang jelas, bukan sebatang paku dan bantal tatakannya.

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan