Presiden Mengharuskan Sekolah Punya Komputer
Jum'at, 22 Agustus 2008 | 12:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pemerintah daerah mewujudkan anggaran pendidikan 20 persen. Dengan alokasi anggaran itu, siswa dan guru harus memperoleh fasilitas komputer dan jaringan internet. "Ini (anggaran 20 persen) amanat konstitusi," ujar Presiden dalam Sidang Paripurna DPD, Jumat (22/8).
Selama ini, menurut Presiden, pemerintah baru bisa bermimpi setiap Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas punya fasilitas komputer, baik untuk siswa maupun guru. "Insya Allah secara bertahap akan jadi kenyataan," katanya.
Jika memungkinkan, kata Presiden, komputer dilengkapi akses internet. Sehingga anak sekolah dan guru bisa mendapat akses langsung untuk mendapat informasi dengan cepat. "Program jaringan listrik di daerah akan diprioritaskan," Presiden berjanji.
Anggaran pendidikan sebesar 20 persen, pemerintah berjanji akan merealisasikan pada 2009. Janji itu juga Presiden disampaikan saat Sidang Paripurna DPR Sabtu pekan lalu. Cita-cita pemerintah lainnya, yakni membebaskan biasa pendidikan untuk sekolah dasar.
Menurut pengamat pembiayaan pendidikan dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Abbas Ghozali, untuk mengratiskan pendidikan dasar dibutuhkan dana sekitar Rp 157 triliun .
Ninin Damayanti
Topik :
- semoga
harapan semoga realisasi kita lihat aja dulu ndul jangan negative thinking kalo sudah lewat masanya ternyata belum ada realisasi, baru boleh mencemooh, ya pak GODOT DAN PAK GOYO
Pengirim : paijo di pangkalan bun - 20% Anggaran buat Studi Banding Ke Luar Negeri
Paling juga dana 20% dipake buat studi banding ke LN ama penjabat DIkNAS dan Universitas.
Kata Pak Menteri nanti kita studi banding ke seluruh Asia Pasifik....
Ayo Pak Menteri ngaku bilang gitu kan...
Jadi jangan ngarep banyak deh... yang seneng mah mereka-mereka juga.. rakyat mah nonton aja sambil terus bego...
Pengirim : Goyo di - - 20% Anggaran buat Studi Banding Ke Luar Negeri
Paling juga dana 20% dipake buat studi banding ke LN ama penjabat DIkNAS dan Universitas.
Kata Pak Menteri nanti kita studi banding ke seluruh Asia Pasifik....
Ayo Pak Menteri ngaku bilang gitu kan...
Jadi jangan ngarep banyak deh... yang seneng mah mereka-mereka juga.. rakyat mah nonton aja sambil terus bego...
Pengirim : Goyo di - - bener???
sudah ribuan janji bertebaran
sumpah serapah juga silang sengkurat
itulah Indonesia raya
masih banggakan anda jadi orang Indonesai????
Pengirim : GODOT di JAKARTA






Komentar Anda :