Microsoft Luncurkan Dreamsparks di Indonesia
Senin, 08 September 2008 | 22:03 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Microsoft Indonesia meluncurkan piranti lunak gratis untuk pengembangan dan desain bagi mahasiswa Indonesia bernama Dreamspark. "Ini merupakan </>follow up</> kunjungan Bill Gate Mei lalu," ujar Presiden Direktur Microsoft Indonesia Tony Chen dalam temu wartawan di hotel crowne Senin Sore (7/9)
Pengunduh dapat menemukan Microsoft Visual Studio 2008 Professional Edition, Windows Server 2003 Standar, Microsoft Expression Studio, Xna Game Studio 2.0 dan Microsoft SQL Server 2005 Developer Edition dalam Dreamspark.
National Technology Officer Microsoft Indonesia Tony Seno Hartono mengungkapkan, Indonesia merupakan negara ke empat di Asia Pasifik yang mengaplikasikan program ini setelah Singapura, Selandia Baru, dan Australia.
Piranti lunak Dreamsparks pertama kali diluncurkan 19 Februari 2008 lalu, diujicobakan pada 13 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Rencananya Institut Teknologi Bandung dan Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer menjadi kandidat kuat badan identifikasi provider. Kedua lembaga tersebut akan menghubungkan seluruh data dasar ke Microsoft.
Nantinya semua mahasiswa dapat mengakses dengan menggunakan <I>live id</I> yang direkomendasikan perguruan tinggi. Tak hanya mahasiswa, dosen yang sedang menempuh pendidikan juga berhak mengunduh piranti ini. Diperkirakan 20 persen mahasiswa Indonesia dari total sekitar 2 juta mahasiswa, berpotensi mengunduh Dreamspark. Terutama dari jurusan Design, Teknologi Matematika, Ilmu Pasti dan Teknik.
Direktur Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Fasli Jalal menyambut baik upaya Microsoft ini. "Dapat memperkecil gap di antara 4,3 juta mahasiswa," kata dia. Selama ini di antara mahasiswa Indonesia terbentang gap akses terhadap teknologi sehingga berpengaruh terhadap kualitas pendidikan. Departemen akan memonitor seberapa banyak teknologi ini diaplikasikan. Caranya dengan mengevaluasi seberapa banyak mahasiswa dan dosen dalam suatu perguruan tinggi yang mengakses piranti ini.
Dianing Sari
Pengunduh dapat menemukan Microsoft Visual Studio 2008 Professional Edition, Windows Server 2003 Standar, Microsoft Expression Studio, Xna Game Studio 2.0 dan Microsoft SQL Server 2005 Developer Edition dalam Dreamspark.
National Technology Officer Microsoft Indonesia Tony Seno Hartono mengungkapkan, Indonesia merupakan negara ke empat di Asia Pasifik yang mengaplikasikan program ini setelah Singapura, Selandia Baru, dan Australia.
Piranti lunak Dreamsparks pertama kali diluncurkan 19 Februari 2008 lalu, diujicobakan pada 13 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Rencananya Institut Teknologi Bandung dan Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer menjadi kandidat kuat badan identifikasi provider. Kedua lembaga tersebut akan menghubungkan seluruh data dasar ke Microsoft.
Nantinya semua mahasiswa dapat mengakses dengan menggunakan <I>live id</I> yang direkomendasikan perguruan tinggi. Tak hanya mahasiswa, dosen yang sedang menempuh pendidikan juga berhak mengunduh piranti ini. Diperkirakan 20 persen mahasiswa Indonesia dari total sekitar 2 juta mahasiswa, berpotensi mengunduh Dreamspark. Terutama dari jurusan Design, Teknologi Matematika, Ilmu Pasti dan Teknik.
Direktur Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Fasli Jalal menyambut baik upaya Microsoft ini. "Dapat memperkecil gap di antara 4,3 juta mahasiswa," kata dia. Selama ini di antara mahasiswa Indonesia terbentang gap akses terhadap teknologi sehingga berpengaruh terhadap kualitas pendidikan. Departemen akan memonitor seberapa banyak teknologi ini diaplikasikan. Caranya dengan mengevaluasi seberapa banyak mahasiswa dan dosen dalam suatu perguruan tinggi yang mengakses piranti ini.
Dianing Sari
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan






Komentar Anda :