Menteri: Pendidikan Harus Sejalan dengan Dunia Kerja
Selasa, 07 Oktober 2008 | 14:22 WIB
TEMPO Interaktif, Batam: Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno mengatakan anak didik seharusnya diarahkan kepada hal yang bisa menampung mereka bila telah tamat sehingga tidak menjadi pengangguran.
"Banyak yang enggak link and match dengan latar belakang pendidikannya," kata Suparno menjawab Tempo usai meresmikan Pusat Latihan Pekerja Galangan Kapal milik J. Ray Mc. Dermott di Batam, Selasa ( 07/10).Suparno mengatakan tingkat pengangguran di Indonesia tercatat 11 juta orang, dengan 70 persen di antaranya tidak memiliki kompetensi.
Oleh sebab itu, Pemerintah mendukung adanya pusat latihan seperti dilakukan J. Ray Mc. Dermott yang bergerak di bidang pabrikasi tambang minyak lepas pantai dan anjungan gas.
Ia menegaskan, banyak hal yang bisa menjadikan siswa tepat guna karena Indonesia terkenal dengan sumber daya alam. Di daerah maritim seperti Kepulauan Riau misalnya, akan sangat tepat bila dikembangkan pekerja yang bisa mengelola hasil perikanan atau hasil laut lainnya. "Jadi pekerja yang memiliki kompetensi," katanya.
Gubernur Kepulauan Riau, Ismeth Abdullah, mendukung adanya pusat latihan di setiap perusahaan. Cara ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial komunitas jangka panjang. Karena, katanya, bila pekerja terdidik dan memiliki kompetensi, maka akan meningkatkan kesejahteraan, sebab biasanya upah pun mahal.
Ismeth mengatakan tingkat pengangguran di Provinsi Kepulauan Riau kira-kira 60 ribu orang. Jumlah itu semakin berkurang dengan masuknya perusahaan baru di Batam berkaitan dengan ditetapkannya Batam, Bintan, dan Karimun sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas.
Karateristik penganggur di Kepri merupakan pendatang yang belum tertampung. " Ada yang cuma bawa ijazah, enggak kompeten," ujar Ismeth.
Rumbadi Dalle
Topik :
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan






Komentar Anda :