BI Rate Disarankan Naik Menjadi 9,5 persen

Senin, 06 Oktober 2008 | 19:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ekonom senior Bank BNI Ryan Kiryanto menyarankan Bank Indonesia menaikkan BI rate sebesar 25 basis pon menjadi 9,5 pesen. Kenaikan BI rate ini  relatif tidak akan memancing bank-bank menaikan suku bunga karena kondisi perekonomian sedang tidak kondusif.

Menurut Ryan, saran menaikkan suku bunga acuan ini tidak lepas dari inflasi September yang mencapai 0,97 dan inflasi year on year di atas 12 persen. Pilihan yang ada saat ini, kata dia, ada dua yakni menahan BI rate atau menaikkan BI rate 25 basis poin menjadi 9,5 persen.

"Penguatan dolar Amerika Serikat yang tajam terhadap mata uang lain menyebabkan nilai tukar rupiah jatuh di bawah Rp 9.500 per dolar. Selain itu ekspektasi inflasi masih tinggi," kata Ryan kepada Tempo di Jakarta pada Senin (6/10).

Ryan mengatakan pelaku pasar bisa menerima jika BI naikkan BI rate 25 basis poin dalam situasi ekonomi global yang tidak pasti.

Deputi Gubernur Senior BI Miranda Swaray Goeltom mengatakan BI akan memutuskan besaran BI rate pada Selasa (7/10). Namun, kebijakan BI dalam menetapkan suku bunga tidak berkaitan dengan permasalahan likuiditas. "Suku bunga sebetulnya untuk menahan agar inflasi ke depan tidak tinggi, jadi harus dibedakan antara kebijakan moneter BI dengan kebijakan dalam merespon kesulitan likuiditas," ujar dia. Eko Nopiansyah

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :