Suku Bunga Acuan Naik Menjadi 9,5 Persen

Selasa, 07 Oktober 2008 | 15:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bank Indonesia menaikkan suku bunga BI Rate sebesar 25 basis poin ke level 9,5 persen. Kenaikan suku bunga ini untuk menyikapi ketidakpastian global akibat krisis keuangan di Amerika Serikat.

Gubernur Bank Indonesia Boediono mengatakan keputusan rapat dewan gubernur menaikkan BI rate setelah bank sentral mencermati perkembangan keuangan global, ekonomi dunia, dan perkembangan di dalam negeri. "Termasuk permintaan domestik dan prospek neraca pembayaran," kata Boediono di Gedung BI Jakarta pada Selasa (7/10).

Menurut dia, keputusan itu juga sudah memperhatikan resiliensi sektor keuangan, khususnya perbankan. Selain itu, kenaikan BI Rate diputuskan setelah melihat angka inflasi yang naik cukup tajam pada September yang mencapai 0,97 persen. Sedangkan laju inflasi tahun kalender dari Januari-September 2008 mencapai 10,47 persen dan secara tahunan sebesar 12,14 persen.

Boediono mengatakan, keputusan menaikkan suku bunga acuan menunjukkan kepada pasar kalau otoritas moneter konsisten terhadap pengendalian moneter. Kebijakan tersebut merupakan kenaikan simultan BI Rate sejak Mei lalu saat BI Rate masih berada pada kisaran 8 persen.

Dalam upaya mengendalikan inflasi, Boeiono melanjutkan, bank sentral terus melakukan optimalisasi seluruh instrumen kebijakan moneter yang tersedia. "Kebijakan stabilisasi rupiah diarahkan untuk menghindari gejolak nilai tukar rupiah yang terlalu tajam," ujarnya. Eko Nopiansyah

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :