Kenaikan BI Rate Dinilai Tepat

Selasa, 07 Oktober 2008 | 19:14 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta :Ekonom senior Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan mendukung langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga menjadi 9,5 persen. "Kenaikan suku bunga menjadikan rupiah jadi lebih menarik," kata Fauzi saat dihubungi Tempo, Selasa (7/10).

Fauzi yakin ada intervensi Bank Indonesia dalam menyelamatkan mata uang rupiah sehingga tidak terpuruk. Namun, Bank Indonesia tidak bisa terus-menerus mengintervensi. Sebab, cadangan devisa bisa menipis. "Maka langkah menaikkan suku bunga itu sudah tepat," jelasnya.

Kenaikan suku bunga, lanjut dia, menyebabkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami rebound dari Rp 9.700 menjadi Rp 9.550.

Menurut Fauzi, pelemahan rupiah terhadap dolar adalah fenomena global yang menyebabkan investor ramai-ramai menjual surat utang dan sahamnya. Mereka memburu dolar sehingga rupiah melemah.

Sementara itu, lanjut Fauzi, di saat suplai dolar tidak ada di pasar, investor pergi dan eksportir sedang enggan menjual dolar seperti sekarang ini, maka satu-satunya penyedia dolar adalah Bank Indonesia. Bila bank sentral ini tidak melakuka intervensi, maka rupiah bisa anjlok antara Rp 9.800 hingga Rp 9.900.
Sementara itu, analis Mandiri Sekuritas Martin Panggabean mengaku yakin ada intervensi Bank Indonesia dalam menjaga nilai mata uang rupiah. "Pasti ada intervensi," ujarnya.

Namun, Martin tidak berani memperkirakan pada kisaran berapa rupiah bertahan bila tak ada intervensi Bank Indonesia. Alasannya, jumlah uang yang keluar tidak bisa diperkirakan. "Kita tidak bisa menduga-duga," ujarnya.

Nieke Indrietta

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :