Investor Global Akan Berburu Uang Tunai dan Emas
Selasa, 07 Oktober 2008 | 21:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ekonom Senior Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan memperkirakan, investor secara global akan beralih pada uang tunai dan emas ketimbang pasar finansial.
Alasannya, investor global sudah kehilangan kepercayaan terhadap pasar finansial, modal, dan surat utang akibat krisis keuangan di Amerika Serikat. "Mereka akan cari <I>cash<I> dan emas," kata Fauzi saat dihubungi Tempo, Selasa (7/10). Investor, lanjut Fauzi, tidak akan beralih pada pasar komoditas karena kondisinya juga sedang anjlok.
Menurut Fauzi, kebangkrutan Lehman Brothers, bank investasi di AS itu tak terduga. Lehman adalah salah satu perusahaan yang terkena dampak krisis kredit macet hipotek perumahan (<I>subprime mortgage<I>).
Fauzi melanjutkan, kebanyakan investor yang berinvestasi di Lehman masih tetap percaya pemerintah AS bakal menyelamatkan Lehman, misalnya melalui <I>bail-out<I> atau penyuntikan dana.
Seperti halnya yang terjadi pada bank investasi AS, Bear Stearns. Sehingga, sejumlah orang berpikir bahwa paling tidak modal investasi mereka bakal kembali. Namun sayang, kenyataan berbicara lain.
Analis Erwin Teguh berpendapat senada, bahwa kebangkrutan Lehman tak terduga buat perbankan yang menawarkan produk-produk Lehman maupun orang-orang yang berinvestasi di Lehman.
Erwin menjelaskan, ada konsekuensi dari kebangkrutan Lehman. Orang-orang atau perusahaan yang menyimpan surat-surat berharganya di <I>safety box<I> atau kotak pengaman di Lehman, tentu barangnya itu akan tertahan di sana sampai proses administrasi atas Lehman selesai.
Hal yang sama pada aset-aset yang dijadikan jaminan yang disimpan di Lehman. "Itu semua akan diblok sampai semua urusan selesai," kata Erwin.
Lehman Brothers mengumumkan kebangkrutannya pada pertengahan September 2008. Bank investasi Amerika berusia 158 tahun ini mengajukan kondisi bangkrut untuk melindungi asetnya dan memaksimalkan nilainya. Perusahaan yang menguasai Wall Street itu rugi sekitar US$ 3,9 miliar dalam laporan fiskal kuartal ketiganya di tengah pemutihan aset hipotek.
Nieke Indrietta
Topik :






Komentar Anda :