Dolar Mulai Melemah
Rabu, 15 Oktober 2008 | 08:16 WIB
TEMPO Interaktif, New York: Dolar melemah terhadap mata uang lain Selasa saat investor beralih dari dolar di tengah langkah-langkah pemerintahan dunia untuk menyelamatkan sektor perbankan.
Euro naik ke 1,3618 dolar pukul 17.00 Selasa di New York dari 1,3576 dolar pada penutupan Senin. Terhadap mata uang Jepang, dolar naik tipis jadi 102,07 dari 102,01 yen Selasa.
Pasar keuangan mereda setelah otoritas AS melakukan penyelamatan keuangan masif dengan rencana menyuntik US$ 250 miliar untuk menyelamatkan bank dan menawarkan jaminan baru untuk membantu melancarkan arus kredit.
Peter Cohan, konsultan di Peter Cohan Associates, mengatakan fakta bahwa investor keluar dari kungkungan mereka mungkin mendorong dolar untuk turun.
"Berdasarkan penurunan dua risiko bisnis utama, nampaknya tindakan pemimpin keuangan global mulai mencairkan pasar kredit yang terhenti," ujarnya.
"Kemajuan ini berarti dolar akan menurun saat investor mengambil uangnya dari obligasi pemerintah untuk membeli saham. Ini juga berarti bahwa harga minyak akan naik, karena dolar yang melemah membuat lebih banyak dana yang diperlukan untuk membeli minyak."
"Stabilisasi pasar keuangan harus berkelanjutan untuk menyeimbangkan dolar dan yen, yang merupakan penerima utama gejolak beberapa minggu sebelumnya," kata analis Barclays Capital, David Woo.
Dalam beberapa minggu terakhir, dolar telah menguat saat investor mencari mata uang yang relatif aman di tengah kebangkrutan pasar saham dan ketakutan akan kejatuhan perekonomian.
Yen cukup cuat karena Jepang dinilai relatif tidak terkena krisis kredit dan saat investor melepaskan risiko melakukan perdagangan.
AFP/Erwin
Topik :






Komentar Anda :